Batal Jajan Roast Duck, Diganti Ice Cream Matcha-Jasmine di Wangfujing

Sedap… ice cream milik Wuyutai Tea Shop

Rencana menutup sore di Beijing dengan menyantap roast duck di kawasan belanja Wangfujiang pupus. Gantinya, ice cream matcha di Wuyutai Tea Shop.

Quanjude Roas Duck. Itu tujuan kami pada Kamis (12/9/2019), tepat setelah menjelajah Forbidden Palace. Dua tempat itu masih berada di satu lokasi, sama-sama Dongcheng. Jaraknya, paling 1,5 km dengan jalur landai.

Beberapa restiran roast duck kami lewati begitu saja. Pokoknya kami harus menjajal Quanjude Roas Duck.

Sampai di lokasi, ngeper juga saat melihat restoran terlihat fancy. Pengunjung juga berpakaian rapi, bukan celana pendek dan kaus oblong seperti kami.

Melihat situasi itu, Yus Mei Sawitri, rekan seperjalanan saya, berinisiatif mengecek harga makanan di restoran tersebut. Khususnya, bebek panggangnya.

Eng ing eng harga seporsi Rp 600 ribu. Pupus sudah harapan mengingat kantong tipis. ⁣

Bodohnya, kami menentukan rencana tanpa mengecek harga lebih dulu lewat sejuta blog dan situs referensi yang melayang-layang di safari, google dan kompetitornya. Tepat di depan resto…

Tak berpikir lama, kami balik kanan.

Mahal. Tak sedikit traveler mengulas harga makanan di Quajude Roast Duck terlalu mahal.

“Kita cari roast duck yang harganya lebih masuk akal saja,” kata saya. Yus Mei sepakat.

“Tapi, kita membutuhkan minuman segar lebih dulu. Kopi atau teh,” kata saya. Sekali lagi, Yus Mei ikut.

Hanya berjarak 200 meter, kami menemukan kedai teh Wuyutai. Kedai teh ini juga banyak dibahas di situs traveling, blog, dan Instagram. Kami juga telah mencatat sebagai salah satu jujugan, namun di hari itu kami tak menyadarinya.

“Kita mampir saja di sini. Beli teh yang ada lemon-lemonnya,” ujar saya. Yus Mei bilang oke.

Saya memilih jasmine tea lemon, Yus Mei rose tea fruit. Di-take away.

Usai membayar, kami mendapatkan segelas jumbo es teh dengan harga 18 yuan, tinggal dikali 2.000 untuk harga rupiahnya.

Kemudian kami duduk-duduk di bangku yang membelah jalanan berpaving block sepanjanga rea belanja Wangfujiang ini. Kami baru menyadari, ada antrean panjang di salah satu sisi Wuyutai Tea Shop itu.

Setelah mencari tahu, ternyata mereka mengantre ice cream. Tanpa pikir panjang kami turut menambah barisan antrean itu.

Sekitar 10 menit, kami sampai di depan loket pembelian.

“Jasmine or matcha?”

“Jasmine one, matcha one.”

⁣Aku memilih matcha, Yus Mei melati.

“Matcha terlalu pahit di lidah,” kata Yus Mei.

Dari serpuputan pertama, kami langsung memahami alasan antrean panjang tadi. Sempurna!

“Ini kunyahan terbaik selama di Beijing,” kata saya. Yus Mei memiliki pendapat senada.

Harganya juga bersahabat. Satu ice cream dibanderol 9 yuan alias Rp 18.000.

“Andai dekat penginapan, kita beli tiap hari,” ujar Yus Mei. Kali ini saya setuju dan mengangguk.

Wuyutai Tea Shop, kedai teh di kawasan belanja Wangfujiang

Kami tertawa bersama. Mengejek kegagalan merasakan Quanjude Roast Duck dan kantong kami, tapi sekaligus senang menemukan ice cream terbaik di dalam kolam kekecewaan.

Wuyutai Tea Shop
Alamat: 186 Wangfujing St, Dong Dan, Dongcheng Qu, Beijing Shi, China

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s