Sepekan di Barcelona: Saksi Anomali Madrid Dikalahkan Espanyol

w_900x700_28113453_mg_4424

Sebuah keuntungan saya dapatkan saat turut dalam La Liga Experience ke Barcelona. Menyaksikan langsung kekalahan Real Madrid di tangan Espanyol.

Sejak tiba di Barcelona, cuaca memang sedang dingin. Mirip-mirip Cibodas, di kaki Gunung Gede. Ada matahari tapi adem.

Rabu (28/2/2018), kami dijadwalkan untuk nonton langsung Espanyol dan Madrid di RCDE Stadium Rabu. Merujuk hawa kemarin saat mengitari RCDE Stadium tanpa ada pertandingan dan berkeliling hingga ruang ganti, yang dinginnya enggak santai, saya menyiapkan perbekalan yang lebih mumpuni. Selain jaket kulit, kaus tangan, dan daleman heattex bikinan uniqlo, saya sangu selimut. Juga slayer Espanyol dan BeIN SPORTS. Yang ini wajib. Juga jersey Espanyol dengan nama punggung kami dari La Liga Experience.

Saya berangkat bersama rombongan pemenang La Liga Experience dari Malaysia, Vietnam, dan Indonesia, serta perwakilan BeIN SPORT dari Singapura. Peserta tur kali ini diikuti pemenang tiga negara yang masing-masing disilakan membawa partner. Saya, mewakili media dari Indonesi sebagai peliput. Kali ini detikSport duet bareng Agung Harsya dari Goal.com.

Baca Juga: Sepekan di Barcelona: Perjalanan 15 Jam Kemudian Dihantam Dingin di Markas Espanyol

Saat kami tiba di stadion sudah gelap. Sempat bertanya-tanya kok enggak ada gerombolan besar suporter yang nyanyi-nyanyi. Yang terlihat rombongan keluarga, orang tua, pemuda yang berkelompok empat atau lima orang. Bisa jadi mereka memanfaatkan laga ini sebagai bonding time.

Sampai di gerbang masuk, tiket berbarcode milik kami dicek satu per satu. Isi tas juga dilongok. Eh, sebelum masuk foto-foto dulu.

w_900x700_28113629_mg_4063

Setelah masuk stadion, kami mendapatkan kemewahan untuk masuk ruang yang lebiih hangat. Di dalam ruangan ini tersimpan trofi Espanyol. Kami ditemui langsung oleh Direktur Pemasaran Espanyol, Antoni Alegre Puzo, di ruangan yang ternyata ruang rapat direksi.

Berbincang sebentar, dia kemudian menyalami kami satu per satu. Kami masih disilakan untuk tinggal lebih lama agar bisa berfoto.

Espanyol betul-betul membuka diri buat kami. Dari ruang rapat direksi, kami dibawa ke Area VIP. Saya, Agung, dan pemenang La Liga Experience mendapatkan plakat dari Espanyol yang diserahkan oleh legenda Espanyol, Raul Tamudo.

w_900x700_28113755_mg_4325

Bersama legenda Espanyol, Raul Tamudo

Sesi ini membuat kian kenyang berfoto. Juga menjadi penambah koleksi kami yang sangat Espanyol setelah mendapatkan jersey Espanyol dengan nama kami di punggung sehari sebelumnya.

Ketimbang di luar, kayaknya saya lebih senang di sini. Hangat. banyak makanan dan air minum.

Sembari menunggu kick off kami bisa menikmati video di lorong ruang ganti dan susunan pemain. tamu-tamu yang hadir mulai gaduh mengomentari line up pemain saat daftar susunan pemain itu muncul di layar.

Yang megasyikkan lagi, ruangan ini berdinding kaca dengan view langsung ke lapangan. cukup tinggi memang, namun masih bisa menikmati jalannya pertandingan.

Tepat sebelum kick off, kami digiring ke tribune penonton. Kami mendapatkan tribune yang sangat strategis, cukup dekat dengan lapangan.

Setelah cukup hangat di dalam ruangan VIP, duduk di tribune single seat jadi sedikit menyiksa. Dingin. Sangat dingin. Berteriak. bertepuk tangan. Mengepalkan tangan. Sejenak meredakan. Selebihnya dingin.

Tak tahan, saya mengeluarkan selimut. Ternyata penonton lain sudah lebih dulu memasang selimut lebar-lebar.

w_900x700_28113620_mg_4604

Dalam laga itu, Madrid menjawab spekulasi absennya Cristiano Ronaldo dengan meninggalkannya di Madrid. CR7 absen.

Di babak pertama, Madrid hanya mampu memberikan ancaman tanpa bisa mencetak gol. Pada injury time, gawang Keylor Navas malah dibobol Gerard Moreno. Madrid tak bsai membalas hingga wasit meniup peluit panjang. Madrid kalah 0-1 di laga itu.

Kekalahan Madrid itu menjadi yang pertama sejak 2007. Sebelumnya, Madrid tak pernah kalah dari Espanyol dalam 20 duel terakhir di La Liga (W17 D3).

Saat di tribune saya melihat fans Madrid ada yang menangis, berkaca-kaca. Seorang anak dengan jersey Madrid mewek dan memeluk seorang pria yang lebih dewasa (mungkin ayahnya) yang mengenakan jersey Espanyol.

Saya dan Agung bergegas untuk menuju ruang konferensi pers. Tapi rupanya kami tak diberikan kesempatan untuk mengikutinya.

Tapi, kami mendapatkan akses untuk wawancara khusus dengan penyerang Espanyol, Leo Baptistao, usai pertandingan. Juga foto bareng.

Betul-betul malam yang mengesankan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s