Sesaat Dekat-Dekat Antonio Conte

FullSizeRender(2)

Antonio Conte saat konferensi pers setelah pertandingan Chelsea vs Inter Milan di ICC Singapura 2017

Penasaran saya untuk bertemu langsung dengan Antonio Conte, yang sukses mengantarkan Chelsea juara Premier League, kesampaian. Conte ada di depan mata, bisa bersalaman, diajak foto, juga menjawab tentang mind games Jose Mourinho.

Demam International Champions Cup (ICC) sampai ke Asia Tenggara. Bayern Munich, Chelsea, dan Inter Milan manggung di National Stadium, Singapura pada akhir Juli.

Saya berkesempatan untuk menyaksikan secara langsung. Perjalanan kali ini tugas dari kantor. Ada undangan dari Singapore Tourism Board. Tidak ada Manchester United dengan Jose Mourinhonya, tapi ada Bayern Munich dan Chelsea mana bisa ditolak.

Bukan Carlo Ancelotti sih yang bikin penasaran. Saya penasaran dengan Mats Hummels. Seganteng apa sih dia di dunia nyata.

Juga dengan Conte. Orang Italia yang berhasil mengajak Chelsea berlari kencang pada musim pertamanya dengan formasi tiga bek 3-4-2-1. Seorang Conte yang membuat si orang kaya raya Rusia, Roman Abramovich, merekrutnya.

Rupanya, ICC tahun ini juga spesial. Sebab, ICC di Singapura menjadi yang pertama di Asia Tenggara. Dimulai 25 Juli dan berakhir 29 Juli.

Sedikit menyesal karena tak datang dari pertandingan pertama, tapi tidak apa-apa. Conte belum lepas. Hummels juga masih ada.

Menumpang Garuda Airways, saya terbang bareng presenter sepakbola di stasiun televisi swasta, Pudian Redi. Bisa jadi dalam satu pesawat itu saya bersama-sama fans Bayern, Chelsea, dan Inter. Yang jelas, ada Ryan Delon dan istrinya, Sharena, yang interisti banget. Lainnya saya tidak tahu.

FullSizeRender(1)

Singkat cerita saat pertandingan paling akhir, Sabtu (29/7/2017) dengan Chelsea lawan Inter, kami bergegas ke stadion. Ini bakal menjadi satu-satunya kesempatan untuk berjumpa langsung dan berjarak cukup dekat dengan Conte.

Saya beruntung area nonton dengan ruang konferensi pers berjarak dekat. Saya nonton di gate 15, konferensi pers lewat gate 18.

Pertandingan itu akhirnya dimenangkan oleh Inter. Nerazzurri sekaligus menjadi juara ICC Singapura tersebut.

Memasuki ruang konferensi pers, Luciano Spalletti muncul lebih dulu. Dengan dua kemenangan, atas Bayern dan Chelsea, Spalletti sedang senang di Singapura. Malah dia bilang dia akan mengajak keluarganya untuk liburan ke Singapura. Tapi, ada satu hal yang bikin dia jengkel.

Saya akan ceritakan nanti ya. Pokoknya cerita di sini tentang Conte.

Dari konferensi pers sebelumnya, panitia ICC dan manajer tim bersedia sekitar 15 menit untuk menjalani konferensi pers. Jadi, adalah kesempatan untuk bisa mengajukan pertanyaan. Tapi, moderatorlah yang mempunyai peran menentukan siapa yang bertanya.

Berbeda dengan Spalletti, Conte menjawab dengan bahasa Inggris. Conte juga tak didampingi penerjemah.

IMG_7634

Saya pun memberi kode agar diberi kesempatan bertanya. Si moderator mengangguk. Yes!

“Kata Jose Mourinho persaingan juara liga musim nanti akan ketat. Sebab, enam tim teratas bermain di Eropa. Artinya, Chelsea akan sulit untuk mempertahankan gelar. Bagaimana pendapat pak Conte? Selain itu, Morata diprediksi akan sulit menyatu dengan Chelsea. Bagaimana pendapat Pak Conte?”

Waswas juga menunggu jawaban Conte. Marah tidak ya dikonfirmasi soal Mourinho itu. Sebab, sebelumnya, manajer Liverpool, Juergen Klopp, dalam situs Liverpool, bilang yang intinya bukan urusan Mourinho menilai kesiapan Liverpool musim ini.

Eh, Conte merespons dengan jawaban di luar dugaan. Conte mengaitkan dengan kiprah Mourinho di Chelsea yang berhasil menjadi juara Premier League musim 2014/2015. Tapi, Chelsea tak mampu bersaing di papan atas pada musim berikutnya. The Blues malah finis di urutan kesepuluh. Hingga kemudian berimbas kepada nasib Mourinho yang sudah harus meninggalkan kursinya sebelum musim benar-benar habis.

Musim berikutnya, Claudio Ranieri juga mengalami nasib serupa. Seolah Ranieri tertular Mourinho. berhasil mengantarkan Leicester City juara, Ranieri dipecat pada pertengahan musim berikutnya.

Conte menyebutnya dengan Mourinho season. Musim Mourinho.

“Dua tahun lalu Chelsea finis di urutan kesepuluh. Itu tak akan terulang lagi. Kami tahu kesulitannya dan tentu saja kami ingin untuk menghindari musim Mourinho bersama Chelsea,” kata Conte.

Musim Mourinho? Kok malah soal musim Morurinho?

IMG_7639.JPG

Pak Conte saya bertanya soal persaingan musim depan, bukan Mourinho semata. Oh, tapi kemudian dia melanjutkan dengan pernyataan yang bisa saya terima. Malah, jawaban soal Mourinho season itu menjadi sangat menarik.

“Dua manajer yang mampu membawa tim juara dua musim sebelumnya (Chelsea dan Leicester) dipecat. Makanya, kami akan bekerja keras untuk menemukan solusinya,” ujar manajer asal Italia itu.

“Kami mempunyai banyak pemain muda saat ini. Kami sedang berusaha untuk mengembangkan (kemampuan) mereka,” katanya.

Dia kemudian juga menjawab soal Morata. Dia bilang Morata sedang dalam tahap adaptasi saat itu. Dia optimistis Morata bisa nge-blend dengan pemain Chelsea lainnya.

Conte, jawabanmu sudah sangat Inggris begitu. Panas di luar lapangan sebelum kick-off Premier Legaue benar-benar dimulai.

Padahal, bukankah kamu bilang tak tertarik menanggapi mind games Mourinho?

Menjelang perempatfinal Piala FA, kamu bilang mind games tidak akan membantu Chelsea meraih kemenangan.

“Saya hanya ingin berbicara tentang sepak bola. Saya ingin berkonsentrasi kepada tim saya sendiri, mencoba meningkatkan kemampuan mereka. Itu adalah hal yang paling penting bagi saya dan setiap pelatih.” Kalimat kamu itu kutemukan di Guardian.

Setelah konferensi pers, saya segera berlari ke mixedzone. Misinya, mengejar winger Inter Milan Ivan Perisic, yang masa depannya sedang dispekulasikan ke Manchester United. Siapa tahu bisa mendapatkan selfie before after, kan?

Perisic tak muncul-muncul. Malah katanya dia sudah menelikung kami para penanti di mixedzone lewat pintu lain.

Tapi, Conte sekali lagi ada di hadapan saya. tak menyiakan kesempatan, saya pun minta selfie. hampir saja lepas, tapi kemudian berhasil.


“Antonio.”

Dia menoleh. mendekat dan cekrek. Berhasil.

Misi tuntas.

Usai aksi nyegat para pemain dan pelatih di area mixed zone itu, saya membayangkan betapa panasnya persaingan Premier League musim depan.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s