Menyusuri Flores dari Maumere ke Labuan Bajo: Lewat Darat, Laut, dan Udara (3)

IMG_0857

Puncak Wolowio di Bajawa, Nusa Tenggara Timur

Hari ini kami menjalani Etape III Tour de Flores. Kami mestinya menjelajahi jalanan beraspal dari Ende ke Bajawa dengan jarak tempuh sekitar 123,3km. Tapi, kami mendapatkan kesempatan melahap rute ini via udara.

Sebenarnya kesempatan ini kami dapatkan secara dadakan. Awalnya, kami tak percaya kalau Tour de Flores 2016 ini didukung oleh pengamanan udara. Apalagi saat dibilang kalau peliput mendapatkan kesempatan untuk melihat adu gowes para pebalap sepeda profesional itu dengan helikopter.

Tapi ternyata Jumat (20/5/2016), tepat satu hari menjelang balapan pada etape ketiga, kami mendapatkan tawaran untuk menjelajahi Enbde ke Bajawa via udara. Kami pun bilang yes! Sekali lagi saya berpartner dengan Sinta dari Jakarta Post.

Kami terbang bersama Kapten AKP Dian Didik dan kopilot AKP Sugiharto, serta Kapolres Bajawa AKBP Andy Nurwandy. Helikopter milik Polri, yang digunakan untuk memantau balapan dari udara itu, berangkat dari Bandara H. Hasan Aroeboesman, Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Setelah sarapan di hotel, kami langsung penginapan dan menuju bandara. Kami ‘dijamu’ di pos keamanan bandara dengan segelas kopi tubruk. Mereka dengan bangga mengatakan kalau itu kopi Bajawa, salah satu kopi terenak di Indonesia.

Sembari menanti waktu terbang, kami ngobrol tentang banyak hal, ngalor ngidul. Tentang apa saja. Dari daerah asal, pekerjaan, sampai soal keluarga serta tentang balapan TdF dan ajang balap sepeda lainnya.

Mendekati pukul 10.00 waktu setempat, kami mulai bersiap-siap. Kami memasuki bandara yang lebih kecil dari Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta itu.

Penerbangan dimulai pukul 10.00 alias satu jam setelah start balapan. Cuaca sedang bagus-bagusnya pagi itu.

Melalui informasi radio, kami bisa dengan mudah mencegat barisan balap sepeda itu.

Dari ketinggian 200 meter di atas tanah dan kecepatan rata-rata 100 kilometer per jam, kami masih dapat memantau rombongan besar dan beberapa pebalap yang sudah “gugur” lebih dulu di sepanjang pantai di kecamatan Nangaroro di Kabupaten Nagekeo.

“Ini pengalaman pertama saya mengikuti tur balap sepeda. Kesulitannya untuk bisa mendekat dan karena kecepatan kami dan para pebalap berbeda kami harus pandai-pandai mengaturnya,” kata Didik.

Selain itu, helikopter tak ada terlalu dekat karena akan berpengaruh terhadap rombongan sepeda.

Karena perbedaan kecepatan antara helikopter dengan rombongan sepeda di bawah sana, kami sampai Bajawa jauh lebih awal. Setelah mata tak bisa lagi mengikuti arena balap sepeda, kami pun menikmati suguhan bentang alam Ende ke Bajawa via udara.

Dari udara, pemandangan antara Ende dan Bajawa terlihat begitu menarik. Selain laut biru dengan batu-batu birunya, salah satu pemandangan yang mencolok adalah patung Bunda Maria dengan patung salib di Puncak Wolowio di Bajawa.

Tempat itu menjadi destinasi favorit penduduk lokal ataupun wisatawan asing. Untuk mencapainya, bisa dengan kendaraan bermotor atau pun treking sejak dari desa terakhir.

Setelah sekitar satu jam berada di udara, tim helikopter turun di Stadion Kota Bajawa yang lokasinya tidak terlalu jauh dengan titik finis.

Seru karena kami malah jadi tontonan anak-anak SD yang bersekolah tak jauh dari stadion itu. Bahkan kami sempat membuat panik seekor kerbau yang sedang merumput di lapangan tersebut.

Kami tiba sekitar dua jam lebih awal ketimbang rombongan. Di akhir sesi balapan etape ketiga TdF itu, Yinghon Ronald Yeung dari Wisdom-Hengxian Cycling Team menjadi juaranya. Dia menghabiskan waktu 3 jam 34 menit dan 14 detik untuk menyelesaikan lintasan dengan kecepatan rata-rata 34,5 kilometer per jam.

Sepnjang rute dari Ende ke Bajawa, para pebalap harus melahap tanjakan gila di di Mangulewa, Bajawa. Titik itu mempunyai ketinggian 1.313 mdpl.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s