Mitos Pulau Kakaban, Maratua, Sangalaki, dan Samama

maratua

Seringkali saya mengibaratkan sebuah destinasi dengan cantik dan tampan. Perempuan dan laki-laki. Pulau-pulau di Derawan punya mitos hubungan keluarga.


Kala menjejak plawangan Gunung Rinjani, apa yang ada dalam hatimu? Bukit-bukit batu raksasa yang amat kokoh tapi ada sebuah kecantikan yang agung bukan?

Bagaimana dengan Gunung Semeru? Aku menganggapnya seperti pria tampan.

Entah sejak kapan aku memiliki prasangka demikian kepada sebuah destinasi. Utamanya pada gunung-gunung tinggi.

Aku merasa benar. Aku merasa tidak sendirian menggolongkan destinasi itu.

Jelas, tidak ada fakta ilmiah yang mendasari pengelompokan itu. Jadi, tidak perlu juga mencari-cari isi buku Pak Gembong Tjitrosoepomo yang jadi bacaan wajib mahasiswa botaniĀ  yang isinya soal taksonomi itu.

Saya merasa benar setelah mendengar cerita tentang mitos Kepulauan Derawan.

Dari sisi geografis, kepualauan Derawan ini terdiri dari beberapa pulau. Yakni, Pulau Derawan, Pulau Sangalaki, Pulau Samama, dan Pulau Panjang.

Meski berada di kawasan Laut Sulawesi, Kepulauan Derawan masuk wilayah administrasi Kabupaten Berau, Kalimantan Barat. Posisinya di ujung timur Pulau Kalimantan.

[Baca Juga: Terpesona Ubur-Ubur Tanpa Sengat di Danau Kakaban]

Untuk menuju ke sini, kami memilih penerbangan dari Jakarta ke Tarakan. Kemudian berlanjut naik kapal umum ke Pulau Derawan. Salah satu rekan kami menggunakan penerbangan dengan transit di Balikpapan lebih dulu dan menuju Berau baru menyeberang ke Pulau Derawan.

Menurut mitos yang berkembang, pulau-pulau itu bermula dari sebuah keluarga.

Begini ceritanya.

fullsizerender5Konon, ada dua keluarga yang akan besanan dari pulau yang berbeda. Pernikahan akan dilaksanakan di Pulau Panjang. Kedua keluarga itu pun menuju berlayar menuju pulau tersebut.

Tapi, di tengah jalan kapal-kapal mereka diamuk badai. Kapal hancur berantakan dan para penumpang tenggelam.

Para penumpang itu kemudian menjelma menjadi pulau-pulau yang berserakan di area tersebut.

Penganti perempuan menyublim menjadi pUlau Derawan. Kakaknya menjadi pulau Kakaban. Ibu pengantin perempuan menjadi Pulau Maratua. Adapun pengantin laki-lakinya menjadi Pulau Sangalaki.

Namanya juga mitos, boleh dipercaya boleh tidak.

Kini pulau-pulau itu punya ciri khas terkait kegiatan masyarakat di atasnya.

Pulau Derawan sebagai pintu gerbang memiliki banyak penginapan dan homestay, juga resort. Di sini juga tak sulit mencari makanan, karena banyak warung dan restoran. Sate cumi menjadi jajanan favorit di tengah kampung dan tepi pantai.

Rombongan saya, bersama Modus Trip, menginap di Mirroliz Pelangi Cottage. Lokasinya dekat dengan dermaga dan warna dindingnya mencolok: warna-warni sesuai namanya. saat menginap kondisi sedang kurang oke, karena ada outing salah satu kantor pemerintahan setempat yang acaranya nyanyi-nyanyi dari habsi magrib sampai tengah malam.

Di Derawan ini, juga gampang menemukan oleh-oleh. Tapi, sayangnya oleh-olehnya enggak khas Derawan atau Kalimantan. Para penjual oleh-oleh tampaknya kulakan dari Jogjakarta dan Pekalongan.

derawan.jpg
Pulau Kakaban tak berpenghuni. Tapi, di sinilah destinasi favorit buat pelancong yang singgah di Kepulauan Derawan. Di sinilah Danau Kakaban dengan ubur-ubur yang masuk UNESCO World Nature Heritage berada.

Pulau Maratua lebih eksklusif. Resort di atasnya dimiliki orang asing. Relatif lebih sepi. (Sepertinya) cocok untuk bulan madu.

Nah, kalau Pulau Sangalaki juga sepi. Di sana ada tugu yang bertuliskan tempat penangkaran penyu. Tapi, aku tak berkesempatan untuk melongok lokasinya.

Semoga suatu hari ada kesempatan untuk singgah lagi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s