Menikmati Secangkir Kopi di Coffee House Tertua di Melbourne

Cafe Pellegrini’s menjadi salah satu tempat ngopi yang wajib dikunjungi ketika melancong ke Melbourne. Ini adalah coffee house tertua di Melbourne yang juga menawarkan pasta yang lezat.

Sore itu kami bergegas menuju Cafe Pellegrini’s. Cafe ini cukup legendaris dan masuk dalam daftar wajib dikunjungi ketika di Melbourne. Pas perut lapar, pas pengen ngopi, dan pas hawa dingin mulai datang menggantikan panas menyengat di siang hari tadi. Kami memang datang ke Melbourne saat summer. Bertepatan dengan turnamen grand slam Australia Open 2015. Konon, di coffee house itu banyak pesohor yang sudah mampir kemari.

Tidak sulit menemukan lokasinya. Masih ada di tengah kota dan terjangkau trem gratisan. Cafe Pellegrini’s ada di ujung Jalan Bourke Street, tidak jauh dari Gedung Parlemen Victoria. Apalagi kami–saya dan Retna Christa–didampingi Maria Srenade Sinurat, mahasiswa Indonesia di Australia, dalam jalan-jalan sore kali ini.

Apalagi, papan nama besar terpampang di dinding cafe, samping dan depan. Aroma kopi sudah tercium saat membuka pintu. Interior yang klasik dengan dinding di belakang bar yang penuh dengan kantong-kantong kopi menjadi view-nya. Di sisi lainnya terdapat kertas berlaminating bersisi (sepertinya) puisi. Lantainya hitam putih.

Jarak pemilik dan pelanggan dipisahkan meja bar. Duduk di kursi bundar dengan jok berlapis kult merah marun, kami bisa melihat aktivitas baristanya. Bukan sofa yang enak buat leyeh-leyeh dan tak ada wifi.

Sebuah mesin kopi besar dan tampaknya berusia cukup tua dengan bunyi cess..cess…cess…ada di salah satu sisi meja itu. Kubikel kaca transparan berisi cake manis dan asin juga ada di sana.

“Saya pesan espresso satu, teman saya coffee latte, dan capuccino,” kata saya kepada salah satu pelayan di cafe house itu.

“Tidak ingin mencoba pasta kami?” tanya dia sambil menunjuk salah satu dinding yang rupanya menyimpan menu-menu makanan.

Sejenak berdiskusi dengan Nana dan Maria, kami akhirnya memilih spaghetti yang konon adalah spaghetti terenak di Melbourne. Kami juga memesan lasagna dan bluberry pie.

Penasaran dengan dapurnya, kami melongok ke area belakang. Tidak dilarang? Tidak. Mereka justru menyilakan pelanggan untuk menyaksikan lansgung kegiatan mereka di dapur.

Sesekali dua pemilik, Sisto Malaspina (70) dan Nino Pangrazio (77), menyapa para pelanggan. Termasuk menyapa kami. Menanyakan drai mana kami berasal dan dalam rangka apa dolan ke Melbourne.

Perbincangan berubah arah. Gantian kami yang bertanya-tanya. Dia menceritakan kalau cafe itu sudah ada sejak tahun 1950-an. Dia menjamin tak ada perubahan cita rasa dalam racikan kopinya. Semua jenis. Mau yang kopi saja atau dengan campuran ini itu. Bahkan, Nino sendiri yang masih meracik blueberry pie.

Selain dari obrolan saya juga menambahkan dari beberapa sumber yang menyebutkan kalau kafe itu dibeli oleh Sisto dan Nino di tahun 1974 dari keluarga Pellegrini yang sudah memilikinya selama 20 tahun. Duet Sisto dan Nino sudah mengelola sekitar 40 tahun terakhir. Dalam ingatan keduanya, coffee house itu erusia 61 tahun.

Nino dan Sisto bukan orang Australia asli. Mereka keturunan imigran Italia yang bermukim di Australia pasca Perang Dunia II ini. Passion mereka memang di bidang food and beverage.

Demi mewujudkan passion itu mereka mendekati keluarga Pellegrini hingga kemudian berpartner mengelolanya. Cafe itu bertahan sampai sekarang, Tak ada perubahan interior. Paling banter ada tambahan koleksi foto-foto pemilik cafe itu dengan pesohor atau pelanggan  lainnya yang disimpan di rak kantung-kantung kopi.

Kapan lagi bisa menikmati kopi dan mendapatkan kisah duet pemiliknya? Apalagi di Melbourne ini sepertinya lebih banyak bertebaran coffee shop  ketimbang coffee house.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s