Soal Kadar SPF Sunscreen, SPF 30 Atau 50?

  spf3

Pulang dari Australia Terbuka saya sih tidak mendadak jadi piawai main tenis. Tapi, ada teori yang saya dapatkan soal sunscreen.

Buat saya berkegiatan di luar ruangan sudah jadi hal yang biasa. Ya menyangkut pekerjaan, juga senang-senang.

Merasa sudah berkulit gelap sejak lahir, jadilah saya tak peduli dengan perlindungan kulit. Ke pantai, ke gunung, ke lapangan bola, lapangan tenis, lintasan sepeda ya cuek-cuek saja.

Saya justru merasa aneh dengan teman-teman atau narasumber yang sibuk pakai sunscreen setiap mau nyemplung ke air, main tenis, balap sepeda, main bola, atau naik gunung. Enggak cuma cewek, yang cowok juga nyari-nyari sunscren, meskipun sering kali minta sama yang cewek-cewek. Sebenarnya mereka malu beli atau males beli (karena mahal yak)?

Sebelum sibuk ngoles bagian ini dan bagian itu, mereka juga kerap terlibat debat soal angka-angka yang tertera di kemasan sunscreen. Ada yang 30, 50 atau lebih besar lagi. Buat wajah, buat body. Pokoknya repot.

Rupanya penggunaan sunscreen memang penting. Setidaknya mengurangi risiko kanker kulit. Begitu pelajaran penting yang saya dapatkan usai mengunjungi stan Cancer Council di sela-sela nonton Tenis Grand Slam Australia Terbuka di Melbourne pertengahan Januari  tahun ini.

Bahkan Cancer Council merekomendasikan sunscreen jadi ‘aksesori’ yang sebaiknya dibawa selain topi dan pakaian yang melindungi kulit. Menurut Cancer Council lagi, lapisan ozon di Australia tipis.  Terutama di wilayah Victoria dan Melbourne adalah salah satu kota di dalamnya. Sampai-sampai dana kesehatan Australia terbesar dialokasikan untuk kanker, terutama kanker kulit.

Justru di Indonesia, meskipun panas matahari memapar lebih konsisten, risiko kanker kulit lebih kecil. Di sini ozonnya relatif lebih tebal.

Jadi, kalau di Australia saja penggunaan sunscreen dengan SPF alias Sun Protection Factor 30, maka di Indonesia enggak perlu lebih tinggi.

Lagipula, menurut Nhat Ngo, mas-mas yang ada di booth Cancer Council, tidak banyak perbedaan antara SPF 30 dan 50 ke atas. SPF 50 hanya melindungi kulit lebih tinggi 1,3 persen, bukan 20 poin seperti jarak antara SPF 30 ke SPF 50.

“Jadi, yang SPF 30 itu akan menghalangi 96,7 persen sinar UV, sedangkan SPF 50 bisa mencapai 98 persen,” kata dia.

“Kalau buat sehari-hari, sunscreen SPF 30 sudah cukup. Asalkan, pemakaiannya benar. Kalau bekerja di dalam ruangan ya tidak perlu,” jelas dia.

Nah, cara yang benar itu, lanjut dia, cream dioleskan dua jam sekali. Cukup dengan satu sendok teh untuk masing-masing bagian tubuh. Ya di wajah, lengan kiri dan kanan, serta kaki kiri dan kanan.

Masih menurut dia, produsen yang merilis sunscreen dengan kadar di atas 50 itu malah mengada-ada. “Kami juga meminta masyarakat untuk menggunakan sunscreen sesuai dengan yang direkomendasikan ikatan dokter kulit Australia,” ucap dia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s