Australia Terbuka: Senyap di Dalam Stadion, Semarak Pesta di Luarnya

Aturan nonton tenis yang harus diam, tenang, dan tak berisik menjadikan arena di dalam stadion Rod Laver Arena saat Australia Terbuka 2015 senyap. Tapi, Melbourne Park tetap bergairah.

Rafael Nadal memancing gelak penonton yang memenuhi Rod Laver Arena usai pertandingan pertamanya, Minggu, 18 Januari 2015. Dia pun diminta untuk memberikan pernyataan di tengah lapangan saat itu juga.

Ada yang menggelikan dalam wawancara itu. Bisa jadi, memanfaatkan kesempatan Nadal yang sedang gembira, si penanya usil. Dia menanyakan soal pilihan kostum merah muda dan celana putih ala pesta kostum yang dikenakan Nadal dalam pertandingan itu.

Pertanyaan itu saja sudah bikin penonton tertawa. Begitu pula Nadal.

“Saya senang dengan warna menyala. Australia negara yang gembira, juga negara olahraga. Orang-orang di sini memberikan energi positif kepadaku, makanya ini tempat yang pas untuk mengenakan nuansa ini,” ucap Nadal yang disambut tepuk tangan para penonton.

Nadal tak berlebihan. Australia Terbuka tak cuma pesta buat para petenis top. Ajang itu juga menjadi pesta penduduk Australia. Tua, muda, anak-anak, laki-laki, perempuan memenuhi tribun penonton.

Memang sih selama menyaksikan pertandingan, sebagaimana nonton turnamen tenis yang kompetitif, penonton dilarang berisik saat pertandingan berlangsung. Bahkan penggunaan peralatan ini itu seperti kamera SLR atau tongsis, juga dilarang. Alasannya sederhana: itu mengganggu orang lain.

Saya yakin suasana di dua stadion utama lainnya, Margaret Court Arena dan Hisense Arena, tak jauh berbeda. Keluar masuk arena juga diatur. Peraturan serupa berlaku untuk 14 lapangan lain.

Meski begitu, anak-anak betah lho untuk duduk diam menyaksikan petenis kesayangan tampil. Apalagi anak-anak mempunyai misi untuk mengejar tanda tangan para pemain top usai pertandingan. Panitia menyediakan suvenir khusus untuk itu. Bola tenis yang besarnya sampai 10 kali lipat dari yang asli.

Bagaimana para orang tua? Banyak yang datang karena memang negfans salah satu petenis jagoan. Tapi ada pula yang datang untuk kumpul-kumpul dan reuni kecil-kecilan.

“Happy birthday……,” ucap salah satu dari rombongan “oma opa” yang duduk di deretan bangku non VIP setelah pergantian set petenis Serbia Ana Ivanovic. Tentunya semua itu dilakukan saat petenis turun minum.

Tapi begitu keluar dari area lapangan, Melbourne Park disulap bak arena pesta. Kompleks olahraga yang dulu bernama Flinders Park tersebut dibuat serbabiru dengan portable flooring yang empuk dan tidak licin.

Di sana tersebar berbagai arena bermain yang disiapkan sponsor. Serbagratis. Beberapa di antaranya menawarkan hadiah yang ‘wow’.

Maskapai penerbangan Emirates, misalnya, menyediakan permainan macam whack a mole. Dengan raket tenis, peserta hanya perlu memukul lampu-lampu LED yang ada di lantai. Pemenang utama dijanjikan bisa menyaksikan grand slam berikutnya, Prancis Terbuka.

Tenda-tenda lain menawarkan face painting, fast food, es krim, dll. Tenda raksasa penyedia merchandise ori juga tersedia. Tak cuma satu malah.

Selain area ramah keluarga, ada satu arena khusus dewasa. Di area tersebut para pengunjung bebas mengonsumsi alkohol. Penjagaan lumayan ketat karena petugas bakal memeriksa kartu pengenal jika penampilan dinilai terlalu ABG.

Suasana sudah bak di tepi pantai. Berderet-deret kursi malas dan sofa-sofa disediakan untuk para pengunjung. Biar sensasi nonton Australia Terbuka tak hilang, layar raksasa disediakan di sana. Di sisi lain, panggung live music juga jadi hiburan. Soal siapa saja yang manggung, informasinya sangat jelas dengan keterangan yang ditempel di dinding.

Jangan khawatir, toilet tersedia cukup banak. tapi ya jangan harap ada pembasuh air. Tapi tisu selalu tersedia. Lagipula air mineral tersedia bebas pada kran-kran di beberapa titik di Melbourne Park. Bawa bekal dua botol air mineral saja. Satu untuk minum, satu lagi untuk pipis. Jangan tertukar ya….

Dari ngobrol dengan salah satu penjaga gate di luar Rod Laver Arena, Alan Gray, Australia Terbuka memang selalu diminati warga lokal dan asing. Warga memang amat bangga dengan event itu.

“Setidaknya setiap hari sekitar 45 ribu orang yang nonton. Dengan asumsi tiga court utama penuh ya. Rod Laver berkapasitas 14 ribu, Hisense sekitar 10.500, dan Margaret Court 7.500. Belum lagi yang nonton di lapangan-lapangan lain,” kata Gray.

Kesempatan untuk dekat-dekat dengan petenis top juga tak benar-benar tertutup lho meskipun kami beli tiket yang boleh dibilang ekonomi. bahkan kami sempat meminjam teropong biar petenis terlihat lebih besar. (Kemudian kami menertawakan diri-sendiri setelah tahu kalau yang meminjam teropong itu oma-opa).

Caranya, cek-cek jadwal latihan yang terpampang di sekitar area lapangan latihan. Asal petenis tak mangkir, mereka akan hadir dan kadang kala bersedia dimintai tanda tangan.

Masih enggan nonton Australia Terbuka?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s