Ayo Berpesta di Australia Terbuka!

Turnamen tenis grand slam Australia Terbuka menjadi magnet berkumpulnya masyarakat dan pelancong di Melbourne setiap bulan Januari.  Ajang itu memang dibuat sedemikian rupa menjadi arena liburan segala usia.

Januari menjadi bulan pesta bagi warga Victoria, khususnya Melbourne. Suhu udara sedang bersahabat, panas tapi tetap sejuk dan udara kering, karena sudah memasuki summer. Hiburan juga sedang banyak-banyaknya di Melbourne karena di tanggal 26 Januari ada hari istimewa dengan Australia Day. Baik yang gratis atau bebayar.

Dan pusat pesta memang ada di Melbourne Park, tempat Australia Terbuka dihelat setiap tahunnya. Mendapatkan tiket penerbangan gratis dari Air Asia, saya dan teman seperjalanan, Retna Christa, memulai perjalanan dari Bandara Soekarno Hatta via Kuala Lumpur International Airport (KLIA), Malaysia, Minggu pagi (18/1/2015).

Pengamanan sedikit ekstra saat kami memasuki ruang tunggu di terminal keberangkatan internasional di KLIA. Sedikit masalah karena paspor saya tepat di halaman dengan biodata luntur. Setelah ditanya ini itu dan menyebut bakal nonton Australia Terbuka, si petugas mulai ramah.

“Enjoy the game,” kata si petugas yang saya lupa namanya.

Tiba di bandara Tullamarine, Melbourne, aroma Australia Terbuka bersaing dengan putaran final Piala Asia. Spanduk dan stand khusus untuk dua ajang itu bersaing meminta perhatian. Tapi, karena kami tiba tengah malam suasana sepi. Tak satupun petugas yang bisa ditanya-tanya.

Menyempatkan membeli makan malam di restoran fast food, kasir juga berbagi cerita bagaimana antusiasnya dia menunggu Australia Open setiap tahun.

“Tahun lalu saya nonton. Gila, semua petenis top ada di sana. Tapi tahun ini saya tidak nonton, lembur. Hari ini saja saya kerja dua sift. Enjoy ya,” ucap kasir itu dengan ramah.

Satu kebiasaan lagi, kami berusaha untuk mencari counter operator komunikasi lokal. Tapi bandara masih sepi dan tak banyak kedai yang buka.

Kami memutuskan menuju salah satu area ruang tunggu untuk menunggu jadwal bus pertama yang melewati tempat penginapan kami. Tidur-tidur ayam menjadi pilihan. meski sudah berbalut jaket hawa dingin tetap tak tertahankan.

Kami berharap pagi segera tiba dan kami segera menuju penginapan.

***

Usai meletakkan koper, merebahkan badan sejenak di atas kasur, dan mandi serta kegiatan ini itu, kami bergegas di Melbourne Park pagi itu juga. Dari keterangan si empunya rumah lewat pesan di kotak pos dan hasil gugling, setidaknya butuh waktu tempuh satu jam dari penginapan kami yang ada di pinggiran kota menuju lokasi perhelatan Australia Terbuka itu.

Yang mengasyikkan, moda tranportasi di Melbourne amat tepat waktu. Pukul sekian dari halte ini dan sampai di halte itu. Baik bus ataupun kereta.

Dari beberapa referensi–yang amat mudah ditemukan dan terang di google–transportasi yang paling simple adalah dengan bus kemudian berlanjut naik kereta karena kami disarankan untuk turun di stasiun Richmond yang hanya berjarak sekitar 10 menit jalan kaki dengan Melbourne Park.

Kami ikuti petunjuk itu. Modern? Tidak. Apalagi soal keretanya. Tapi, kedua transportasi itu tepat waktu. Pas. Yang mengasyikkan lagi, penumpan di dalam bus dan kereta tidak berjubel.

Setelah sampai di Stasiun Richmond, kami tak perlu bertanya-tanya arah Melbourne Park. Tulisan besar-besar Exit to Rod Laver Arena terpampang di pintu keluar stasiun.

Yang menggelikan kami salah kostum. Para penumpang kereta mengenakan pakaian mini khas musim panas, namanya juga sudah summer. Tapi, saya dan Nana masih merasa kedinginan saat berangkat tadi. Jadilah kami mengenakan jaket. Semoga tidak ada  fashion police nanti!

Mendekati gate utama, tak ada antrian berjubel. Petugas yang memeriksa tak lebay. Tas hanya diperiksa sekali. Petugas mengecek tiket lewat alat screening. Payung, makanan, air minum, tikar, kain pantai boleh dibawa.

Kami menyempatkan berkeliling area Melbourne Park yang sudah seperti taman bermain segala usia. Dari ABG, kelompok yang l,ebih dewasa, maupun anak-anak bersama orang tuanya atau kalangan opa-oma.

Melirik jam tangan kami bergegas ke Rod Laver Arena, karena memang hanya tiket nonton di situlah yang kami miliki. Dari jadwal yang kami pegang, pertandingan pukul 10.00 waktu setempat itu akan memanggungkan unggulan ketiga putri Simona Halep melawan Karin Knapp asal Italia.

Di tiket sudah tercantum lokasi fix tempat duduk kami. Meski tribun kami ada di deretan atas, lumayanlah untuk menyaksikan langsung para petenis.

Kami nonton dulu ya….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s