7 Tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi di Marrakesh

Marrakesh menjadi salah satu kota tujuan wisata di Maroko. Belum ke ‘Negeri Maghribi’ kalau belum hangout di Jemaa el-Fna dan mampir ke masjid Koutoubia.

Butuh waktu panjang dari Jakarta untuk menuju Maroko. Bisa lewat Abu Dhabi tapi harus mampir ke Casablanca lebih dulu atau lewat London atau Madrid baru kemudian ke Marrakesh.

Marrakesh mempunyai keunikan sejak dari landskap kotanya. Ada pembagian area yang mencolok di sana: Medina yang menjadi kota kota dan Gueliz sebagai kota modern-nya.

Bangunan serbamerah dengan banyak benteng di banyak area dan adanya gurun pasir yang ternama–gurun sahara–juga gunung atlas, serta bangunan bersejarah serta kultur dan budayanya membuat Marrakesh menjadi kota wisata utama di Maroko.

Ada beberapa destinasi wisata yang menjadi jujugan favorit para pelancong dunia. Berikut beberapa lokasi wisata yang sempat saya kunjungi selama berada di Marrakesh.

1. Masjid Koutoubia Manaret

Masjid yang ada di Jalan Avenue Mohammad Y, jalan antara medina dan guelis itu menjadi landmark kota Marrakesh. Seperti bangunan-bangunan lain di kota itu, Koutoubia berwarna merah terakota.

Masjid yang juga dikenal sebagai Jami Al Kutubiyah itu terletak sekitar 200 meter dari Jemaa El-Fnaa, pusat wisata Marrakesh. Tepatnya di jalan Avenue Mohammed V, jalan yang menghubungkan Medina dan Gueliz.

Masjid dengan menara plus taman yang luas itu dulunya menjadi pusat belajar kitab di zaman dahulu. “Sekarang menjadi masjid,” kata Adi, mahasiswa Indonesia di Maroko.

Karena lokasinya itu pula Masjid Koutoubia juga menjadi meeting point bagi kebanyakan wisatawan.

2. Djemaa El-Fna

Djemaa El-Fna merupakan ruang publik publik yang benar-benar menggambarkan keberagaman dan keterbukaan Maroko. Tempat yang ada di kawasan kota tua itu sekaligus menjadi ikon wisata Marrakesh.

Lapangan luas ini ‘hidup’ selama 24 jam. Seolah mempunyai dua wajah berbeda, Djemaa El-Fna–yang kalau diterjemahkan secara bebas adalah masjid yang di depannya ada halaman–lebih tenang di siang hari tapi riuh di malam hari.

Lokasi itu riuh dengan hiburan, market place, juga resto dan cafe. Di sini juga menjadi start bus tingkat wisata keliling kota Marrakesh.

Di sinilah pusat kota tua Marrakesh. Budaya Afrika, Arab dan Prancis bercampur menjadi satu. Menara Masjid Koutoubia yang berjarak sekitar 200 meter menjadi pemandangan yang mengasyikkan ketika senja dan malam hari.

3. Palais de la Bahia

Palais de La Bahia alias istana Bahia terletak di 5 Rue Riad Zitoun el Jdid. Istana yang dibangun pada abad ke-19 dan mempunyai 160 ruangan itu merupakan hadiah sang raja kepda ratunya, Bahiya.

Dengan membayar 10 dirham atau setara dengan Rp 15.000, pengunjung bisa menelusuri sekitar 150-an ruangan yang ada.

Di tengah istana terdapat halaman luas yang dilengkapi dengan kolam. Ornamen di langit-langit menjadi keistimewaan lain istana itu.

Lokasinya yang masih di area media juga tak sulit dijangkau. dari Masjid Koutoubiya ataupun dari Jemaa el-Efnaa.

4. Palais El Badii

Lagi, lagi kita bakal disuguhi bangunan serba merah terakota dan dinding yang tinggi. Bangunan ini berupa reruntuhan istana dengan halaman yang luas, kolam dan taman yang tak biasa.

Papan nama Palais El Badii ditandai dengan papan kecil yang menempel di salah satu sudut dinsing istana. Serupa dengan memasuki de la Bahia, pelancong juga wajib membayar karcis 10 dirham untuk memasuki lokasi.

Istana berarsitektur khas Maroko itu dibangun di tahun 1578 oleh Sultan Ahmad al-Mansur dari Dinasti Saadi. Kendati berupa  reruntuhan, kemegahan bangunan itu masih terlihat.

Pengunjung bisa bernostalgia dengan keaslian istana tu lewat video berdurasi sekitar tujuh menit. Tak ada lagi biaya yang harus dibayarkan untuk menyaksikan video tersebut.

Reruntuhan itu bisa dinikmati dari atap salah satu bangunan yang masih kokoh berdiri. Selain itu, istana tersebut memiliki ruangan-ruangan bawah tanah yang menunggu untuk ditelusuri.

5. Le Jardin de la Menara

Le Jardin de la Menara atau disebut Menara Gardens berlokasi di Ain Mezouar, tak jauh dari Masjid Koutoubia. Bangunan kuno itu makin istimewa dengan kolam luas yang dikelilingi kebun zaitun.

Memasuki Le Jardin de la Menara kita bakal langsung disuguhi plaza yang mengarah kepada bangunan dengan atap berbentuk piramid berwarna hijau, seolah menara tapi tak tinggi.

Dari beberapa referensi bangunan itu dibangun pada abad ke-16 oleh Dinasti Saady. Kemduian direnovasi oleh Sultan Abderrahmane sebagai rumah tinggal di musim panas.

Yang membuat bangunan itu makin menarik adalah adanya danau luas tepat di hadapan bangunan itu.

6. Le Palmeraie

Le Palmeraie dikenal sebagai kawasan mewah di batas luar kota Marrakesh. Lokasi ini menawarkan hotel-hotel mewah dan menunggang unta di gurun pasir dan hutan palm.

Le Palmeraie sejatinya merupakan oasis seluas 13 ribu hektar. Makanya, daerah itu mempunyai kawasan gurun pasir dan hutan palem.

Dari beberapa referensi mengatakan kalau hutan palem itu tak sengaja tumbuh. Pasukan tentara di zaman Sultan Yussef Ben Tachefine membuang begitu saja biji-biji palem saat mereka bertugas memperluas tanah kerajaan.

7. Grand Stade de Marrakech

Stadion Marrakesh ada di pinggir kota Marrakesh arah ke Casablanca. Stadion itu pernah menjadi tempat pertandingan tim-tim besar saat Piala Dunia Antarklub tahun 2014.

Selain itu, stadion tersebut menarik karena tak meninggalkan pakem bangunan Marrakesh, berwarna merah terakota.

Iklan

One thought on “7 Tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi di Marrakesh

  1. Ping-balik: Marrakesh, Negeri 1.000 Benteng & Kedai Kopi | femidiah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s