Bersicepat ke Taj Mahal (4) – Gunungan Cinta, Ribuan Pekerja, dan Jalinan Pualam

akutajmahalkecil

Taj Mahal dianggap simbol cinta sejati seorang pria kepada wanitanya. Monumen yang melibatkan ribuan pekerja, marmer, dan batu permata seentero India sampai Turki.

Konon, di bawah Shah Jahan, Mughal amat makmur sejahtera. India dikenal mempunyai batu permata yang tak terkira jumlahnya kala itu.

Shah Jahan mempunyai istri-istri yang cantik jelita serta anak-anak yang sehat. Di antara istri-istri itu, Mumtaz Mahal yang paling disayanginya.

Kecantikannya memang amat masyur. Mumtaz bergelar “Chosen One of The Palace”.

Oleh para penyair, kencatikan Mumtaz diibaratkan dengan: bahkan bulan pun malu dan memilih bersembunyi jika sang ratu muncul.

Tapi, semua kebahagiaan itu runtuh saat Mumtaz meninggal dunia ketika melahirkan anak ke-14 di tahun 1631. Shah Jahan menjadi murung tak terkira. Sebuah janji diucapkannya untuk membangun makam yang paling megah dari yang pernah ada untuk Mumtaz.

Shah Jahan pun mengumpulkan arsitek terbaik, 20 ribu pemahat terbaik, dan seniman dari seluruh India dan Turki. Dia mengungkapkan keinginan untuk membangun sebuah makan di sebuah taman yang rimbun seluas 17 hektar di Agra, Uttar Pradesh, tepatnya di tepi sungai Yamuna. Pekerjaan dimulai tahun itu juga, 1631 sampai 1648.

Batu-batuan dikumpulkan dari India sampai Tibet. Batu akik, yaman, koral, giok, onyx, mata kucing, batu darah adalah sebagian batu yang diguakan untuk ornamen dinding Taj Mahal. Juga batu-batu langka seperti, goldstone, zahar-mohra, ajuba, abri, khathu, nakhod dan maknatis (magnet batu), digunakan untuk dinding dan lantai serta menara. Saya tak mengerti benar secara detail batu-batu itu sih.

Selain itu, batu-batu marmer putih yang mendominasi dinding luar Taj Mahal. Batu merah dibawa dari kota-kota tetangga seperti Fatehpur Sikri, Karauli-Hindaun, Tantpur dan Paharpur sedangkan marmer putih dibawa dari tambang Makrana (Rajasthan). Batu mulia dan langka dibawa dari tempat-tempat yang jauh seperti Hulu Tibet, Kumaon, Jaisalmer, Cambay dan Ceylon.

Selain dinding-dinding marmer, atap kubah juga menjadi salah satu keistimewaan bangunan itu. Juga detail pada dinding, yang selain diisi dari batu-batu yang menarik, juga ukiran kaligrafi di ruang interior.

IMG_1181.JPG

Kubah marmer musoleum Taj Mahal itu diapit oleh empat menara. Masing-masing dirancang dengan sedemikian rupa agar jika runtuh tak akan mengarah ke Taj Mahal.

Dua bangunan batu pasir merah juga mengapit makam utama di kedua sisi. Satu bangunan adalah sebuah masjid. Yang lainnya adalah mantan wisma, konon untuk menyimpan alat musik dan penginapan untuk para tamu raja.

Bangunan-bangunan itu berada dalam sebuah taman dengan rumput yang hijau dengan kolam yang memanjang.

Sayangnya, Shah Jahan hanya bisa menyaksikan makam indah itu sebagai tahanan, bukan lagi raja. Putranya sendiri, Aurangzeb yang merebut takhta Mughal dan memenjarakan ayahnya di Benteng Merah Agra Fort

Tapi, pada akhirnya kisah itu berakhir bahagia. Sang anak dan bapak berbaikan. Saat Shah Jahan meninggal, dia dimakamkan bersebelahan dengan sang istri.

Secara komplet cerita itu saya dapatkan dari pemandu saya, Mohammad, saat saya dan rombongan dari Indonesia mendatangi Taj Mahal Mei tahun lalu.

Kendati hanya mempunyai waktu yang singkat, kami mencoba mengoptimalkan waktu untuk bersenang-senang di Taj Mahal. Mengorek informasi sebanyak mungkin dari guide lokal, dan berbelanja miniatur Taj Mahal. Tinggal pilih dari marmer yang harganya lumayan atau lilin yang lebih murah.

Selain foto cover, saya sertakan foto-foto di Getty Images ya yang melihat Taj Mahal dari berbagai sudut. Foto-foto saya sendiri, lebih banyak yang hilang seiring laptop yang digondol maling. Semoga jadi motivasi buat ke sana lagi. Amin. (Bersambung)

Baca juga: Soal membuat visa ke India

Iklan

One thought on “Bersicepat ke Taj Mahal (4) – Gunungan Cinta, Ribuan Pekerja, dan Jalinan Pualam

  1. Ping-balik: Bersicepat ke Taj Mahal (5/habis) – Diapit Masjid dan Ruang Musik | femidiah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s