Pelancong Dadakan di Akhir Pekan

pelancong3

Karena puncak tanah air berawal di Lembah Baliem dan puncak dunia ada di Nepal

Bass list berisi daftar Seven Summits alias tujuh puncak dunia di tujuh benua berbeda. Diperkenalkan oleh Richard “Dick” Daniel Bass yang memuat pendakian Everest sebagai puncak ketujuh.

Reinhold Messner mencoret puncak tertinggi Australia, Gunung Kosciuszko, dan menggantinya dengan Carstenz Pyramid, Papua yang mewakili wilayah Oceania. Messner List inilah yang kemudian populer sejagad raya.

Namun, bukan Messner orang pertama yang menyelesaikan pendakian tujuh puncak tertinggi itu. Tapi justru seorang pendaki Kanada, Patrick Morrow, yang merampungkannya lebih dulu. Setahun setelah Bass list dirilis atau tepatnya 7 Mei 1986.

Messner malah baru menyeleaikan pendakian tujuh puncak dunia itu pada 3 Desember 1986.

Semua itu teori yang saya hapal benar sejak belasan tahun lampau. Teori-teori itu seperti cinta yang belum kesampaian. Seperti bertepuk sebelah tangan. Ada rasa penasaran tapi rasanya sebuah hal yang tidak mudah untuk mendapatkannya. Jadi melekat di ingatan.

Seven Summits…. Siapa yang nggak mupeng untuk menapaktilasi.

Tapi, bahkan ketika dengkul masih sangat kuat dan bahu terbiasa menopang ratusan kilogram beban, Bass dan Messner list itu terlalu muluk untuk dicapai. Bahkan yang paling dekat sekalipun, yang ada di Papua.

Ya power, ya duit. Behhh!!! Sekarang waktu yang sempit. Power juga dink.

Kemudian tawar-menawar dengan diri-sendiri kala itu.

Deal!

Impian dipersempit menjadi hanya Carstenz Pyramid dan Gunung Everest. Tapi dua gunung itu bersalju. Terlalu jeri mengingat dingin puncak-puncak tinggi tanah air tanpa salju masih membuat kaku badan dengan cepat.

pelancing2

Bolehlah sedikit bermimpi setinggi langit, toh kalau jatuh akan tetap di antara bintang-bintang.

Tak pelak setiap kali mendengar Lembah Baliem dan Nepal, dada ini masih saja bertalu-talu boom boom boom.

Kebetulan bioskop pekan-pekan ini sedang menayangkan film dari novel yang amat melegenda: Into Thin Air berjudul  Everest. Film kedua drai novel serupa yang saya tonton. Film pertama judulnya serupa novelnya. Film pertama lebih jempolan. Sebab, secara narasi, film pertama lebih halus alurnya, juga pemilihan pemeran yang lebih mirip dengan pelaku-pelaku aslinya.

Yang paling menggelitik adalah adegan ketika semua pendaki berkumpul dan ngobrol soal: kenapa naik gunung? Lalu semua kompak menjawab: “Because it’s there! Oh, Mallory!” Kemudian tertawa bersama-sama.

Ya, kendati para pendaki dan guide datang dari negara-negara yang berbeda, mereka–kalau kata mantan pemain voli pantai nasional Rama Supriyadi–berada dalam satu gelombang. Nyambung satu sama lain.

Baca juga: Berakhir pekan di Pelabuhan Ratu, ngapain saja?

Mimpi yang tak terawat itu kemudian sangat layak jika bertahun kemudian masih saja ada di angan. Belum kesampaian.

Eh, kini rasanya malah semakin jauh.

Saya hanya bisa menjadi pelancong dadakan di akhir pekan. Menjadi suka sekali memilah dan memilih tawaran grup jalan-jalan yang paling murah meriah. Gemar sekali menyeleksi liburan yang cukup dilakoni Sabtu-Minggu.

pelancong1Mengejar-ngejar sunrise atau menikmati sunset di tepian pantai atau di ketinggian sana. Menghabiskan waktu bersama teman baru atau sengaja bersepakat turut demi bareng gebetan.

Foto beramai-ramai dengan berbagai pose dan gaya. Coba-coba menulis untuk kemudian ditawarkan kepada media yang juga suka sekali memuat perjalanan siapa saja. Atau sekedar berbagi dengan follower. Cukup modal ngetwit dengan hashtag #perjalanan.

Semoga mimpi itu tak ngambek lantas memilih pudar. Lembah Baliem dan Nepal masih mengisi mantra di setiap pagi meski kini punya banyak pesaing dalam mantra itu pula.

Jadi, akhir pekan nanti kita ke mana?

Iklan

8 thoughts on “Pelancong Dadakan di Akhir Pekan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s