Palembang, Ya Tempat Makan (Khususnya) Pempek

palembang1

Palembang terlalu identik dengan pempek. Pemerintah mulai mengenalkan kalau Palembang juga punya komplek stadion yang wah.


Niatan ke Palembang cuma dua. Pertama, nongkrong di tepi sungai Musi sambil ngopi. Kedua, merasakan aroma kayu rumah ulu, rumah khas Sumatera Selatan.

Ide pertama muncul belakangan dibandingkan keinginan kedua. Maklum niatan mencicipi rumah ulu datang dari lembar uang Rp 10.000. Pada lembar uang warna ungu yang dikeluarkan Peruri pada 2011 itu memang tak tercantum rumah ulu, tapi rumah limas.

Yakin saja itu rumah adat Sumatera Selatan. Bangunan tiruannya ada di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta timur. Lagipula, balik saja lembaran Rp 10.000 itu, siap-siap malu ditatap balik Sutan Mahmud Badaruddin, pahlawan dari Sumatera Selatan. Ya, lembar uang Peruri selalu menayangkan muka pahlawan dan sesuatu yang khas di daerah asal pahlawan tersebut.

Nah, niatan kedua muncul baru-baru saja. Tepatnya saat Palembang hingar-bingar dengan kedatangan peserta SEA Games XXVI/2011 lalu. Stadion Jakabaring kembali ramai setelah jadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional XVI/2004 lampau.

Tapi olala, setiba di Palembang apa yang didapatkan jauh dari ekspektasi. Saya dan sembilan teman mendapatkan kesempatan ke Palembang akhir April lalu dengan agenda utama nonton voli pantai di kompleks Stadion Sriwijaya.

Acara ngopi-ngopi di sungai Musi tak terpenuhi. Saat malam kami datang ke tepian Musi, kebetulan panggung kampanye pilkada sedang berlangsung. Senadung grup Wali mengingatkan taubat dan dosa-dosa. Lagipula, terlalu hingar-bingar untuk mencecap wangi kopi Semendo, kopi khas Palembang.

palembang2
Ide kedua menjejak rumah limas juga tak tercapai. Tak banyak yang tahu lokasi rumah adat itu berada. Rupanya kekecewaan untuk mendapatkan informasi wisata sebanyak-banyaknya memang didapatkan sejak dari bandar udara. Tak banyak yang menyadari lokasi wisata di Palembang. Tidak tukang taxi, sopir angkitan, ataupun receptionist hotel.

Tapi memang mana ada keluarga yang sengaja liburan ke Palembang?

“Kebetulan ada saudara di sini,” kata Reni dari Jakarta.

Atau Ami dan Susi yang mengatakan ada penugasan kantor makanya akhir pekan ada di Palembang.

Akhirnya kami latah mengikuti para tamu Palembang. Kami berburu makanan.

Pempek menjadi menu wajib setiap hari. Berbagai merk kami coba. Beringin menjadi merk yang sedang berada di puncak. Pempek Candy yang jadi saingan. Pempek Vico juga tak kalah sohor. Begitu pula pempek pak Raden.

Saking banyaknya, salah satu kawan punya teori. “Semua ada masanya.” Satu sohor, muncul merk-an baru yang akhirnya bisa berkibar. Begitu seterusnya. Saat ini Beringin yang jadi juara.

Namun, saya menemukan fakta jika Palembang meniru Wuhan, salah satu kota di Cina. Pemerintah memanfaatkan stadion jadi tempat wisata. Mereka giat mempromosikan Stadion Sriwijaya untuk jadi tuan rumah even dunia. Di antaranya voli pantai, triathlon, ski air dan kejuaraan Asia voli indoor. Asrama bekas wisma atlet jaman PON dan SEA Games dijadikan pusat PPLP.

Kebetulan saat saya ke sana, markas Sriwijaya, Stadion Utama, juga digunakan  nonton bareng Arsenal versus Manchester United. Para penghobi fotografi juga tak sedikit yang berburu foto di sana.

Dari beberapa referensi, memang ada Pulau Kamaro, Benteng Kuto Besak, dan Taman Purbakala Kerajaan Siriwjaya atau dikenal Situs Karanganyar. Sayangnya, saya tak sempat ke sana. Suatu hari nanti semoga dua niatan awal terbayarkan.

Mei 2013

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s