TN Bantimurung dan Gunung Nona, Persinggahan antara Makassar dan Toraja

toraja1

Pemakaman Toraja di goa-goa dan dinding tebing di Sulawesi Selatan adalah primadona wisatawan domestik maupun mancanegara. Perjalanan bisa makin asyik dengan singgah ke beberapa destinasi yang ada di jalur antara Makassar menuju Toraja.

Tak sulit mencari moda untuk perjalanan dari Makassar ke Toraja. Moda umum atau sewa tinggal pilih. Hanya butuh kepiawaian mengatur warna dalam perjalanan itu.

Sebab, jarak tempuh Makassar-Toraja sekitar tujuh sampai delapan jam. Yang tak perlu dikhawatirkan, jalanan mulus sejak dari Makassar sampai Toraja. Tapi, butuh kesabaran dan siap-siap bokong yang bakal serasa lebih lebar dan tebal saat turun dari mobil.

Mereka yang punya waktu sempit lebih suka mengambil perjalanan pada malam hari. Sampai Toraja tepat matahari mulai bersinar. Ziarah pun bisa langsung dilakukan. Keuntungan lain, tak perlu membayar penginapan.

Tapi kalau mempunyai waktu yang relatif longgar, perjalanan dari Makassar ke Toraja bisa diselingi dengan singgah ke beberapa tempat wisata yang ada di jalur itu. Idealnya, perjalanan dimulai pagi-pagi benar. Ke mana saja?

1. Taman dan Museum Kupu-kupu di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung

904517_4437168219564_2119046778_oTaman Nasional Bantimurung Bulusaraung menjadi salah satu primadona wisata di Sulawesi Selatan. Bantimurung menawarkan tiga destinasi utama: air terjun, kerajaan kupu-kupu, dan deretan goa-goa alam.

Lokasinya yang berada di antara Makassar dan tonaja membuat TN Bantimurung Bulusaraung menjadi ampiran pelancong. Tempat wisata yang ada di Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan hanya berjarak ± 42 km dan dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Hanya butuh waktu sekitar satu jam dengan kendaraan roda empat.

Saat memasuki taman nasional, kita bakal disambut dengan patung kupu-kupu dan monyet raksasa. Sebuah gedung penangkaran kupu-kupu ada tak jauh dari gerbang itu.

‘Kupu-kupu’ lain juga bakal menyalami kedatangan kita. Baik yag masih berterbangan–secara berkelompok dan individu–ataupun sudah menjadi awetan dalam bentuk gantungan kunci, tempelan kulkas, sampai pajangan dalam bingkai kaca.

Nah, tak jauh dari pintu masuk taman nasional, terdapat museum kupu-kupu.  Menurut situs resmi TN Babul, taman nasional itu menjadi pusat penangkaran kupu-kupu yang diusung dalam konsep taman kupu-kupu. Selain itu, taman kupu-kupu itu  berfungsi sebagai wahana pendidikan konservasi bagi masyarakat umum.

“Dulu lebih banyak lagi kupu-kupunya, tapi sekarang mulai jarang,” kata Yani, penduduk lokal yang menemani kami selama di Makassar.

Di dalam museum, disimpan bermacam-macam koleksi kupu-kupu. Setidaknya ada 352 ekor yang dipajang, terdiri dari 133 spesies.

Museum itu juga menyimpan sekitar 305 ekor kupu-kupu yang hidup yang berkembang di Maros. Sisanya dari luar Maros.

2. Air Terjun di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung

IMG_20150725_154638

Air terjun di Taman Nasional Batimurung Bulusaraung ini masih berada satu kompleks dengan taman kupu-kupu. Air tidak tinggi seperti Grojogan Sewu di Tawangmangu, Jawa Tengah atau air terjun Sipiso-piso di Sumatera Utara, tapi gagah karena kelebarannya.

Lebar air terjung itu 20 meter, tingginya ‘hanya’ 15 meter. Pelancong bebas mandi-mandi di bawah air terjun itu. Ada persewaan ban agar kegiatan main air makin asyik.

Di dekat danau terdapat Goa Batu dan Goa Mimpi. Tapi, saya tak mampir dengan memperhitungkan waktu tempuh ke Toraja yang masih cukup panjang.

 

3. Kompleks Goa Leang-leang

leang-leangGoa leang-leang ada di kawasan karst Maros-Pangkep yang memiliki lukisan-lukisan dinding pada gua. Salah satu lukisan yang menarik adalah telapak tangan yang diperkirakan milik salah satu anggota suku yang telah mengikuti ritual potong jari. Ritual itu dilakukan sebagai tanda berduka atas kematian orang terdekatnya.

Dalam kompleks Goa Lenag-leang terdapat dua goa lain: goa Pettae dan Petta Kerre. Pada dinding-dinding goa itu juga terdapat gambar telapak tangan, juga babi rusa dan sebuah mata tombak.

Dalam kompleks tersebut juga terdapat batu-batu raksasa sehingga kita seolah bermain-main di jaman flinstone.

 

4. Gunung Nona

gunungnona
Kontur gunung ini dilihat sekilas saja mirip dengan lekuk kemaluan wanita alias vagina. Rumput-rumput tipis di atasnyatanpa pepohonan menambah kuat kesan genital perempuan. Mungkin karena itu pula gunung tersebut dinamakan Gunung Nona. Penduduk lokal menyebutnya Buttu Kabobong.

“Sungguh cermat orang yang menamai gunung ini dengan Gunung Nona,” celetuk rekan seperjalanan saya kala itu.

Gunung Nona ada di Bambapuang, Kabupaten Enrekang. Tepatnya di poros jalan dari arah Rappang, Kabupaten Sidrap. Cermat-cermat saja saat dalam perjalanan dari Makassar menuju Toraja.

Ada mitos soal kejadian Gunung Nona. Konon, gunung itu adalah bentukan dari orang-orang yang dikutuk karena gemar melakukan seks bebas.

Lebih mengasyikkan lagi menyaksikan Gunung Nona berbekal durian yang dibeli di pasar-pasar tradisional yang dilewati. Nyam!!!

Sayang, kan kalau dilewatkan begitu saja?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s