Festival Kuliner 1001 Malam di Kelapa Gading, Jakarta Utara Bukan Dongeng

   

klapagading4

Sayang untuk melewatkan makanan Timur Tengah yang tak mudah ditemui sehari-hari. Kami memaksimalkan bazar makanan Timur Tengah yang digelar di La Piazza, Sentra Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Bocah lima tahun itu cemberut. Dia tak lagi senang dengan keisengan penjual es krim itu. Sepertinya dia tak sabar mencicipi es krim tiga warna pesanannya.

Langkah pamungkas dilakukan. Bocah itu melaporkan keisengan penjual kepada bundanya. Sayangnya, sang bunda malah jadi lawan. Bunda kompak dengan penjual. Es krim tidak bisa segera diserahkan.

Keisengan pun berlanjut. Penjual mengarahkan es krim ke hidung si bocah. Kemudian ditarik lagi. Es krim dijungkir bolak-balik. Ditambah volumenya dan disodorkan tarik ulur kepada si bocah. Lama-lama si bocah tak bereaksi. Abang tukang es krim menyerah. Es krim diserahkan kepada kakak beradik itu.

Tawaran es krim memang selalu legit. Tiga rasa yang ditawarkan, coklat, vanilla, dan strawberry, memang menggoda. Sudah begitu penjual mengenakan pakaian khas Timur Tengah seperti alibaba.

kalpagading3klapagading2
“Kami tak hanya menjual rasa, tapi juga atraksi,” kata si penjual.

Faktanya tak hanya anak-anak yang digoda. Pengunjung dewasa dan ABG rela antri untuk mencicipi. Es krim itu bukan es krim biasa. Kostum yang dikenakan si penjual ala alibaba makin mengukuhan es krim apa yang ditawarkan. Itu es krim Turki.

Ya, trik menggoda pelanggan sudah jamak dilakukan pedagang es krim Turki. Tak hanya di negeri asalnya, tapi juga marak di negara lain. Termasuk saat saya ngabuburit ke La Piazza, Sentra Kelapa Gading, Jakarta Utara Sabtu lalu.

Ya, sejak Jumat pekan lalu hingga 28 Juli 2013, La Piazza disulap menjadi pasar makanan ala Timur Tengah. Penyelenggara memilih tema “1001 Arabian Night Food Festival”.

Festival kuliner itu memang didominasi beragam sajian khas Timur Tengah. Ada nasi kebuli, nasi briyani, kebab, kurma, dan kismis. Tapi, takjil khas Ramadan ala Jawa juga tersedia. Kolak, jajan pasar dan mie ayam.

Es krim Turki itu bergabung di tenan Anatolia Authentic Turkish Restaurant. Selain es krim nasi kebuli Maroko, hummus olive oil and bread, babaganuc and bread, kebab, roz kabsa, dan martabak India tersedia.

Tak hanya makanan bercita rasa Timur Tengah yang ada. La Piazza bersolek dengan kubah-kubah imitasi dan pilar-pilar yang amat Timur Tengah. Ada pula berbagai hiburan yang berasa tradisi padang pasir. Di antaranya fire eater and juggler, belly dance, humanoid and street magician, shisam henna tattoo, fortune teller, dan photo corner.

klapagading1

Buat jajan memang perlu merogoh kocek lebih dalam. Soal harga tak jauh beda dengan harga di food court yang ada di mall-mall Jakarta. Kisarannya dari Rp 5.000 sampai Rp 50.000.

Hanya saja jenis makanan yang tak bakal mudah ditemui menjadi sangat menarik.

Misalnya nasi kebulu milik Siska Soewitomo. Seporsi dibanderol Rp 27.000. Soto udang dihargai Rp 40.000. Kolak di tenant lain dihargai Rp 15.000.

Awalnya saya mencoba menahan diri untuk selektif memilih menu berbuka. Tapi tetap saja sayang untuk melewatkan makanan yang tak mudah ditemui sehari-hari.

klapagading6
Jangan lupa sebelum berbelanja untuk menukarkan uang dengan uang ala monopoli di kasir yang tersebar di lokasi. Selain itu jangan lupa untuk berbekal payung. Maklum, mayoritas tenan ada di luar ruangan. Lagipula, kursi dan meja untuk makan juga ada di outdoor.

Juli 2013

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s