Latah Mencari Takjil di Benhil

takjil1

Harga takjil di Benhil cukup bersahabat, apalagi jika dibandingkan ukuran jajanan yang serba jumbo” Pusat jajajan di tepi jalan ini sudah jadi tradisi di Pasar Bendungan Hilir, alias Bendhil, di Jakarta Selatan Pusat.

Benhil dan takjil. Lokasi dan kata benda itu mendadak identik di saat Ramadhan. Konon kegiatan bazar di depan pasar Bendungan Hilir, Jakarta Pusat itu dimulai sejak 2001 lampau. Artinya sudah 12 tahun aktivitas itu awet tak terganggu.

Saya pun penasaran. Ajakan seorang teman untuk menyambangi bazar takjil di Benhil pun saya sanggupi.

Tak ada bekal khusus yang harus dibawa. Cukup rasa lapar dan uang secukupnya. Untuk transport dan jajan.

Sekitar pukul 14.30 WIB Rabu (11/7/2013), kami sudah berada di depan bazar. Sengaja agak jauh dengan waktu berbuka, biar bisa memlilih sepuasnya dan tak berdesak-desakan.

Sesampai di lokasi, mata langsung jelalatan. Ingin ini, ingin itu. Jajan pasar memang selalu menarik ya.

Warna-warni cerah aneka jajan pasar dan pemanis minuman sungguh menggoda. Tapi, lidah tak bisa saat itu juga mencicipi. Waktu maghrib masih jauh.

takjil2Kolak pisang menjadi bidikan utama. Namun, warna cerah es buah di dalam gelas plastik bening begitu menggoda.

Saya perhatikan dari ujung satu ke ujung lainnya hampir semua penjual menawarkan bubur kampiun. Fakta itu membuat saya menyadari jika makanan dan jajanan yang ditawarkan didominasi khas Sumatera Barat.

Meski sudah mengantongi kolak pisang, keinginan memborong bubur kampiun tak bisa direduksi. Namanya juga kampiun, yang artinya campur-campur, bubur itu benar-benar diisi beraneka macam komponen. Srikaya telur, ketan putih, bubur sumsum kemudian disiram candil, kolak pisang dan kolang-kaling.

Salah satu pedagang, One Emy, termasuk yang laris menjajakan bubur kampiun.  Wanita berdarah Padang itu bersuka cita bsia membuat jajanan itu lagi.

“Sehari-hari saya jadi penjahit. Rasanya menyenangkan bisa kembali membuat bubur kampiun sesuai resep nenek moyang,” kata One Emy.

Ibu berjilbab itu optimistis dagangannya bakal tandas sebelum maghrib tiba.

“Tahun-tahun sebelumnya juga begitu,” kata dia.

Tak sesumbar, nyatanya, lapak One Emy tak pernah sepi. Selain melayani antrian yang datang langsung dia juga sibuk membungkus pesanan berjumlah lusinan.
takjil3
Selain itu, mudah sekali mendapatkan lemang tapai. Itu lho paduan ketan yang dikemas dengan daun dan bambu kemudian dibakar. Tapai yang digunakan umumnya ketan hitam. Pandai-pandai memilih karena tapai yang kurang pulen mengganggu cita rasa.

Kendati didominasi jajanan Minang, namun tak sulit mendapatkan makanan khas daerah lain. Hanya saja memang kalah kuantitas. Di antaranya siomay, pempek, tahu goreng khas Semarang, mendoan ala Purwokerto, risoles, serta lopis dan klepon.

Asyiknya sih belanja ramai-ramai bareng teman atau untuk keluarga. Sebab, porsi yang ditawarkan berukuran jumbo. Soal harga masih bersahabat, apalagi, itu tadi, jika melihat ukuran yang serba “raksasa”.

Kolak pisang dan bubur kampiun dibanderol Rp 10.000. Siomay juga dilabeli harga serupa. Bolu kukus, onde-onde bisa didapatkan dengan menawar Rp 5000 dapat tiga. Kalau ingin mencoba gurame bakar, seekor dihargai Rp 35.000 sudah plus sambal. Harga serupa diberikan pedagang untuk 10 tahu bakso goreng. takjil4

Karena hanya menyediakan lapak berjualan selayaknya di pasar, penjual hanya melayani take away. Selain itu, pembeli juga harus mwaspadai pewarna buatan dan pemanisnya ya…..

Selamat berbuka dengan yang manis dan setia, eh!

Juli 2013

Note: takjil dalam KBBI bermakna mempercepat (kata kerja). Tapi, dalam masyarakat awam dikenal sebagai makanan kecil yang manis untuk berbuka.

Iklan

2 thoughts on “Latah Mencari Takjil di Benhil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s