Akasia Berduri Rival Abadi Savana Baluran

akasiabaliran

“Pemusnahan akasia berduri menjadi proyek abadi Taman Nasional Baluran.”

Di balik kecantikan savana dan daya tarik berbagai satwa di atasnya, Taman Nasional Baluran di Jawa Timur mempunyai masalah abadi. Padang rumput itu harus berperang menghalau akasia berduri alias Acacia nilotica.

Jika misi untuk mengusir akasia berduri itu sampia gagal, savana Taman Nasional Baluran hanya tinggal kenangan. Otomatis julukan Africa van Java bakal terhapus.

Padahal, skasia dianggap sebagai dewa penolong saat pertama datang di tahun 1960-an. Kala itu, akasia berduri seolah menjadi solusi terbaik untuk Baluran.

Semua berawal saat savana Baluran terluka setelah kebakaran hebat yang datang bertubi-tubi setiap musim kemarau. Di musim hujan, rumput bisa hijau kembali. Tapi, begitu musim panas, kebakaran terjadi lagi.

Nah, akasia berduri diimpor guna mencegat merambatnya api. Istilah kerennya menjadi fire break. Sekian ratus akasia berduri pun ditanam di di jalur Bekol.

Setelah tumbuh membesar ragawi akasia berduri tampak indah. Dari jarak dekat warnanya hijau benar. Populasi merekapun tak banyak ulah, berjajar rapi dan tertib di satu area.

View dari gardu pandang malah lebih menarik hati. Jajaran pohon-pohon akasia itu bak karpet hijau tebal empuk yang nyaman dan aman sebagai perlindungan.

Tapi, lama-kelamaan sifat aslinya muncul. Jika ditelisik lebih mendalam pesona tanaman asli Afrika itu hanyalah palsu belaka.

“Untuk jangka pendek penanaman akasia itu memang tepat. Tapi akasia berduri punya zat alelopati. Zat itu menyebabkan tanah di sekitarnya menjadi beracun. Durinya juga berbahaya bagi satwa,” kata Joko, penyuluh di Taman Nasional Baluran.

Akibat racun itu, rumput dan ilalang tak bisa tumbuh di sekitar tanaman itu. Sebaliknya, serbuk akasia mudah sekali diterbangkan angin atau terbawa hewan ke padang rumput. Akasia pun tumbuh tak terbendung dengan mudahnya.

“Semua pegawai kehutanan sampai memunculkan anekdot: pemusnahan akasia berduri menjadi proyek abadi Taman Nasional Baluran,” kata Joko.

Kini berbagai usaha dilakukan untuk memusnahkan, setidaknya meminimalkan pertumbuhan akasia berduri itu. Menurut Joko ada cara mekanik dan kimia. Sederhananya dengan pencabutan sampai penyemprotan herbisida.

“Kebakaran sudah menjadi risiko tersendiri bagi taman nasional dengan savana yang luas. Itu memang terjadi setiap tahun. Tapi risiko kehilangan savana sebagai ciri khas dan digantikan tanaman impor sangat tidak baik,” kata Joko.

Iklan

2 thoughts on “Akasia Berduri Rival Abadi Savana Baluran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s