Mau Bepergian, Jangan Bilang ‘Duh!’ Dulu Buat Packing

packing

Akhirnya beneran naik gunung. Urusan packing sedikit rumit tapi tidak sulit.

Saya tak menyangka akhirnya bisa kembali kluyuran lagi. Benar-benar kluyuran. Bukan jalan-jalan di sela-sela pekerjaan. Lumayanlah mencicipi tempat-tempat baru yang sebelumnya musti mikir libur setengah pingsan untuk tiba di sana.

Maka memori-memori lama terpaksa dibangunkan dari mati surinya. Termasuk yang satu ini: packing. Aktivitas yang gampang-gampang susah. Sama sekali tak menarik dilakukan tapi wajib diselesaikan.

Packing itu sulit karena selalu sukses membuat saya duduk diam di hamparan perbekalan dengan menatap nanar kemudian bercakap di batin: mulai dari mana?

Kalau bepergiannya untuk urusan kantor sih saya tak pernah sampai pusing tujuh keliling bak memikirkan prestasi bulutangkis tanah air yang kian jeblok atau pertikaian para pengurus PSSI yang tak berkesudahan. Nggak!

Kendati ada penugasan sebulan lamanya area biasanya di lokasi perkotaan. Asal peralatan “perang” terbawa maka 99,9 persen aman. Ya, asal membawa laptop, kamera, bolpoin, dan notes cukup sudah. Eh, dompet dan handphone fardhu ain ya. Bekal lain tinggal tarik dari lemari pakaian-lempar ke koper berukuran raksasa-beres! Malah pernah satu kali, sudah tiba di lokasi baru dapat penugasan sampai empat hari berikutnya. Kelihatan banget yah, jam terbang minim belum punya kesempatan untuk berada di area perang atau bencana alam.

Nah, urusan packing bisa jadi warna-warni saat jalan-jalan sendiri. Kalau masih ke pantai atau perkotaan sih belum runyam. Sama saja tinggal buka lemari pakaian-comot pakaian-lempar ke daypack-tambah cemilan-beres!

[Baca Juga: Mendaki Gunung, Dulu dan Sekarang]

Urusan menjadi lebih panjang kalau berkegiatan lebih dari tiga hari dan destinasinya ke gunung, pilih caving, atau melipir ke tebing, atau malah main ke rawa tanpa operator.

Sudah terbayang perbekalan pakaian, peralatan dan perlengkapan alias perkap dan konsumsi selama perjalanan. Perginya juga bukan dengan koper segi empat tapi carrier atau daypack ukuran besar. Maka, kepiawaian packing dibutuhkan agar bekal bisa menjadi ringkes.

Buat tidur saja ada tenda dan sleeping bag. Kemudian pakaian tidur, ini sih antisipasi pakaian jalan basah. Juga baju ganti buat di peradaban. Belum lagi jaket tebal yang jadi bawaan wajib kalau ke ketinggian ekstrim. Jadi mulai dari manaaaa?

Tenang…. Sebab, sebenarnya memang tak ada pakem packing terbaik atau tuntunan packing lima waktu atau tips menjaga packing-an agar ideal. Tapi berdasarkan pengalaman dan kebetulan saya masuk kelas saat pelajaran persiapan perjalanan bolehlah saya berbagi biang biar jalan-jalan tetap nyaman. Ya, itulah kunci utamanya: nyaman.

Nyaman itu setara saat menentukan cowok kesukaan. Beda-bedakan pastinya ya? Ada yang memang nyaman dengan yang hitam manis berbadan kekar seperti atlet voli pantai Koko Prasetyo yah hajar saja. Atau lebih suka dengan pria mungil, santun tapi punya daya jotos luar biasa, tunjuk saja Chris John. Kalau memang lebih nyaman dengan yang imut-imut berlesung pipit tapi jagoan di sirkuit balapan ada Rio Haryanto.

Tapi itu semua nggak boleh dipacking. Bisa dikroyok mama, papa istri dan pacar serta seluruh anggota keluarga hehehehe…

Teorinya sederhana: beban yang berat letakkan di atas. Benar, ternyata duet bahu dan punggung itu mempunyai daya topang lebih hebat daripada pinggang. Jadi pakaian ganti dan sleeping bag sebaiknya ditaruh paling bawah.

Toh, mereka dipakai saat-saat ngecamp-kan. Kecuali pengin ada acara bobok-bobok di tengah perjalanan, ya mau nggak mau sleeping bag diletakkan paling atas saja.

Nasib jaket kembar sama seperti sleeping bag. Kalau memang sedang tak dibutuhkan taruh saja paling paling bawah tapi kalau sedang dalam perjalanan berpindah-pindah moda ber-AC sebaiknya pakai saja daripada masuk angin.

Baiknya sih barang-barang itu plus pakaian dipak dengan plastik, jadi kalau sewaktu-waktu hujan tak ada masalah.

Tapi sebelum semua itu masuk carrier, pasang matras lebih dulu. Selain berguna untuk alas tidur atau duduk-duduk saat ngecamp, matras di dalam carier juga bikin body tas terlihat lebih rapi. Packing-an pun tampak indah dari lluar.

Sebaiknya atur baik-baik sepaket tenda yang jadi harta berharga di area bukan peradaban manusia (mau bilang tak beradap kok nggak tega, takut kena pasal rasis) wajib masuk pertama. Frame-frame tenda doom itu memang nggak fleksibel dan rentan patah jadi makhluk lain wajib mengalah yah.

Kalau tenda masih baru biasanya punya tas dan bisa langsung dipak dengan gampang, Tapi kalau sudah uzur sih biasanya sudah pada berpencar tak karuan.

Tanpa tas tenda, packingan sebenarnya bisa lebih simple. Frame masuk duluan. Tenda dan flysheet yang sudah seperti dua sejoli lagi mabuk kepayang itu bisa diurus belakangan. Tinggal ceplok di area paling atas sebelum kepala carrier ditutup.

Usai merapikan kawanan pakaian itu, dilanjut populasi logistik. Biasanya kebutuhan isi perut inilah yang memakan tempat. Susun kebutuhan per waktu makan–pagi, siang, sore–, juga paket minum dan cemilan, juga tandai sesuai harinya. Tujuannya, nggak kaget di hari-hari terakhir ternyata makanan masih banyak atau malah kehabisan.

Bagian ketiga tinggal ngepak peralatan masak trangia dan sebangsanya. Juga botol-botol air sesuai kebutuhan, untuk minum dan memasak.

P3K juga di lokasi paling gampang dicapai tangan. Beg‎itu pula peta dan alat tulis. Juga telepon genggam dan kamera. Disarankan sih bawa tas kecil lagi untuk kemudahan. Apalagi jika bepergian harus dengan pindah-pindah moda atau tas besar harus ada di bagasi.

Rampungnya aktivitas packing itu artinya start perjalanan sudah sangat dekat dan itu menjadi bagian yang amat sangat menyenangkan. Bisa ditebak usai aktivitas ini, pasti bakal sibuk mencari: di mana tiketku……..Nggak percaya? Buktikan saja.

Iklan

One thought on “Mau Bepergian, Jangan Bilang ‘Duh!’ Dulu Buat Packing

  1. Ping-balik: Begitu Berartinya Sarung Dalam Setiap Perjalanan – femidiah.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s