Ayam Tangkap dan Bebek Si Itek, Kuliner Jago Petak Umpet Khas Aceh

Makanan sedap di Banda Aceh yang tak boleh dilewatkan

Aceh memang dikenal sebagai tanah seribu kedai kopi. Tapi, bukan berarti makanan di sana bisa dilewatkan begitu saja.

Saat mendapatkan penugasan ke Banda Aceh akhir Maret lalu, kedai kopi menjadi incaran utama. Urusan makanan yang langsung terbayang adalah agenda menyantap ayam tangkap langsung dari asalnya.

Ternyata, tak sulit menemukan ayam tangkap. Sama gampangnya menemukan warung nasi padang di Padang atau angkringan di Jogja dan Solo. Ya, ayam tangkap memang sangat mudah ditemukan di Negeri Serambi Mekah itu. Setara dengan kemudahan menemukan kedai kopi. Bahkan, sarapan pagi di hotel Oasis, tempat saya menginap, juga selalu menyediakan ayam tangkap.

Ya, ayam tangkap begitu mudah ditemukan, tidak seperti keberadaan ayam-ayam itu di atas piring. Sudah potongannya kecil-kecil, ayam tangkap juga ‘bersembunyi’ di antara daun-daun temurui atau dikenal sebagai daun salam koja, cabai hijau utuh, dan brambang goreng.

Tapi rupanya makanan yang disajikan suka petak umpet itu tak cuma ayam tangkap. Soal rasa bisa bikin kangen untuk kembali ke sana. Warung makan rayeuk dan kedai-kedai dengan menu andalan bisa jadi tempat jujugan saat berkunjung ke Banda Aceh. Ke mana saja?

Berikut pengalaman saya makan-makan di sela-sela liputan di Banda Aceh:

1. Warung makan Rayeuk

rayeuk

Pilihan menu di rumah makan Rayeuk

Kalau Padang mempunyai warung-warung makan yang membebaskan para pengunjung untuk memilih menu lauk yang sudah dihidangkan di atas meja, Aceh juga demikian.

Pilihannya beragam. Tumis kembang pepaya, udang goreng, keumamah, ikan paya, dan lain-lain.

Ayam tangkap yang memang jadi sajian khas dari Aceh juga selalu tersedia di rumah makan rayeuk. Tapi, biasanya tak menjadi salah satu santapan yang otomatis dihidangkan.

Ayam tangkap dihidangkan jika diminta. “Biar masih hangat dan ukurannya kan sesuai permintaan,” kata Ilham, salah satu pramusaji di Rayeuk

Ya, saat menginginkan ayam tangkap pembeli dibebaskan untuk memilih besaran ayamnya. Setengah atau utuh.

Daun-daun kari dan temuru plus cabe hijau utuh tetap ada kok meski pilih porsi setengah atau utuh.

Warung makan rayeuk gampang ditemukan di seantero Banda Aceh.

2. Kari Bebek Si Itek Bireuen

itekbireuen1

Kari Bebek Si Itek Bireuen

Jujugan kedua saya adalah rumah makan Bu Si Itek Bireuen. Tentu saja, menu andalan warung ini adalah kari bebek.

Meski begitu, wajan-wajan besar dengan ayam tangkap di atas saringan-lah yang menyambut para pelanggan di pintu masuk. Panci yang lebih besar berada di meja lebih dalam.

Nah, di dalam panci itulah si menu utama, kari bebek, bersembunyi.

Serupa dengan ayam tangkap, kari bebek itu juga tak bisa dikenali langsung. Bebek bersalut bumbu kari yang kental berwarna cokelat dengan minyak yang membuat makin gurih.

Yang mengasyikkan, bebek tak alot atau terlalu kering. Pas. Sedap. Soal kolesterol dihitung nanti sajalah ya.

itekbireuen2-i.JPG

Menu bebek Si Itek Bireuen Utd Hery, Banda Aceh

Dipadu dengan nasi panas dan samba mentah, satu paha kari bebek seolah menjadi kurcaci. tampak mungil dan ‘memaksa’ untuk nambah lagi.

Penganan lain seperti telur asin, otak-otak, dan kerupuk sudah disediakan di atas meja makan.

Ayam tangkap disediakan jika pelanggan memesannya.

Soal ayam tangkap, pelanggan tinggal meminta kalau memang menginginkannya. Ayam-ayam goreng sebagai bahan dasar ayang tangkap sudah tersedia dalam gerobak seperti penjual gorengan di Jakarta.

Warung makan yang tersohor Bu Si Itek Bireuen Utd Hery berlokasi di di Jalan teuku Umar Sutui.

3. Mie Razali

mierazali2-i

Mie Razali, kuliner wajib saat berkunjung ke Banda Aceh

“Belum ke Aceh kalau tak mampir kemari,” kata Munandar, salah satu tamu di restoran Mie Razali.

Faktanya, kedai Mi Razali memang relatif tak pernah sepiĀ  pengunjung. Mie kuning tebal dengan saus kari itu bisa dipesan polos alias tanpa toping. Atau bisa dilengkapi dengan kepiting cumi-cumi atau sea food.

Lagipula, Mi Razali tak cuma menawarkan masakan, pelayan di tempat itu ramah dan tak membatasi pengunjung menengok dapur yang sejajar dengan pintu masuk. Menurut salah satu pegawai di restoran itu, dalam sehari mereka bisa menghabiskan 80 kilogram mie.

“Awalnya aku tak tertarik makan karena biasanya mie Aceh rasanya terlalu strong, tapi di sini tidak. Jadi enggak enek,” kata Dika, rekan seperjalanan saya yang ditugaskan ke Aceh.

4. Warung Nasi Hasan

hasan5

Warung Nasi Hasan dengan menu serba kambing

Warung Nasi Hasan menawarkan menu utama masakan serba kambing. Sop, gulai, dan sate.

Tak perlu khawatir kalau berpantang atau tak suka pilihan itu. Ada udang goreng, ayam goreng ayam tangkap, dan bakwan jagung.

Aneka minuman juga disediakan. Dari es teh, es kelapa muda, sampai jus mentimun. Katanya sih untuk menetralisir kolesterol dari makanan yang sudah disantap. Mereka juga menyediakan hidangan penutup: puding.

Menariknya, disediakan ‘menu sampingan’ berupa sawah yang terhampar di belakang warung makan. Untuk yang satu ini bisa berubah-ubah sesuai umur padi.

Saya mencoba warung nasi Hasan II yang lokasinya di Jalan Dr. Mr. Tengku Muhammad Hasan, Banda Aceh yang tak jauh dari terminal bus Banda Aceh.

Iklan

2 thoughts on “Ayam Tangkap dan Bebek Si Itek, Kuliner Jago Petak Umpet Khas Aceh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s