Tersihir Polkadot Yayoi Kusama di Singapura

IMG_7396.JPG

Mumpung di Singapura, saya menyempatkan untuk singgah di Galeri Nasional Singapura. Saya dibuat tersihir oleh karya-karya polkadot dengan warna-warna ngejreng karya Yayo Kusama.

Seniman Jepang. Perempuan. Polkdaot. Totol-totol. Warna-warna ngejreng. Labu. Lukisan. Instalasi. Patung. Prosa. Novel.

Itulah sederet pengetahuan saya tentang Yayoi Kusama. Tapi, dengan nama besarnya pasti Yayoi Kusama tak hanya itu.

Penasaran berat pokoknya.

Kesempatan untuk membuktikan kalau Yayoi Kusama tak hanya kata-kata koleksi saya itu tiba. Saya mendapatkan penugasan ke Singapura untuk menyakiskan Inetrnational Champions Cup, pertandingans egitiga Chelsea, Bayern Munich, dan Inter Milan pada akhir Juli.

Di waktu bersamaan, bahkan sejak 9 Juni, di City Hall Wing, lantai 3, galeri Singtel yang ada di Galeri Nasional Singapura sedang memamerkan karya-karya Yayoi Kusama.

Gedung yang dulunya Balai Kota dan Mahkamah Agung itu menyuguhkan karya Yayoi Kusama bertajuk ‘Life is Heart of a Rainbow’! Saya langsung membayangkan betapa ngejrengnya ruangan-ruangan di sana.

Buat kita, pelancong asing, dikenakan biaya sebesar USS 30 atau sekitar Rp 292.500 untuk melihat beragam karya seni sang seniman Jepang, Yayoi. Ada tiga galeri, A, B, dan C, yang digunakan untuk mengklasifikasikan 120 karya berupa lukisan, pahatan, instalasi dan lain-lain yang sangat khas dengan susunan totol-totol, jaring, dan labu berwarna psychedelic.

“Kami membuka pameran Yayoi Kusama ini mulai 9 Juni sampai 3 September. Ini karya seni dia selama kurang lebih 70 tahun. Saya tidak mau banyak menjelaskan, silakan dinikmati langsung,” kata petugas di Galeri Nasional Singapura

Memasuki bagian pertama, pengunjung disuguhi lukisan polkadot dan jala yang tiada putus dengan gaya surealis. Di antaranya, ‘Infinity Net’ (1950-an), ‘No. A’ (1959), ‘Death of a Nerve’ (1976), ‘Statue of Venus Obliterated by Infinity Nets No. 2’ (1988), dan ‘Transmigration’ (2011).

Di antara lukisan itu, pengunjung disuguhi sebuah instalasi yang mampu menggugah rasa senang dengan jejeran labu kuning dengan totol-totol hitam di dalam sebuah kecil dengan ribuan refleksi. Maka, bakal muncul ribuan labu sejauh mata memandang. Yayoi memberi nama karya itu The Spirits of The Pumpkins Descended Into The Heaven.

Memasuki bagian kedua, pengunjung bakal menikmati karya instalasi Yayoi berupa puluhan cermin cembung dalam sebuah bilik dengan beberapa jalur.

Tontonan polkadot warna-warni itu mampu menyihir anak-anak, ABG, sampai orang dewasa. Meski pameran itu cukup banyak dan menempuh jarak yang cukup panjang, tak akan bakal cukup waktu untuk satu per satu dinikmati.

Apalagi, pengunjung bakal dibuat penasaran untuk menemukan karya Yayoi yang menjadi tajuk pamerannya kali ini, ‘The Heart of a Rainbow’. Hati-hati tersihir polkadot Yayoi sebelum sampai ke jantung pelangi. Pameran ‘Life is Heart of a Rainbow’ berlangsung hingga 3 September 2017.

 

 

Iklan