Melongok Renovasi Stadion Utama GBK di Senayan Usai Hujan

GBK hasan 899

Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) sehabis hujan pada September 2017 (Foto: hasan Al Habsyi)

Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) bakal bernuansa Merah Putih setelah direnovasi. Wajah asli stadion yang diresmikan 1962 itu tak akan berubah.

Saya berkesempatan untuk melihat proses renovasi Stadion Utama GBK, Kami (29/9/2017). Diperlukan izin ke Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) untuk bisa masuk ke area GBK. Selama renovasi untuk Asian Games 2018, area GBK memang ditutup untuk umum.

Rencana untuk tilik Stadion Utama GK yang sedang direnovasi sedikit bergeser. Semula pagi menjadi mulai pukul 13.00, usai jam makan siang.

Hujan menjadi penyebabnya. Nggak bagus kan untuk mengambil foto dan berkeliling Stadion Utama GBK? Kami pun berkompromi untuk melongok Stadion Utama GBK setelah hujan reda.

Saat hujan reda, eh mendekati pukul 10.00, waktu untuk ngobrol dengan Direktur PPK GBK, Winarto. Keperluannya untuk meng-update perkembangan renovasi kompleks GBK.

Usai ngobrol sana-sini, waktu sudah memasuki jam istirahat siang. Kami manut, ikut-ikut makan siang dengan makan tongseng di kantin KONI.

Tepat pukul 13.00, kami bergegas ke area GBK. Saya bersama rombongan memasuki area GBK dari Hall A yang ada di seberang Hotel Mulia. Di jalur menuju Stadion Utama GBK tampak tanda-tanda renovasi. Urukan tanah, deretan seng sebagai pembatas galian, dan sebagian aspal yang dikerok.

Setelah sampai di depan Stadion Utama GBK dan berkomunikasi dengan penanggung jawab proyek, kami diminta untuk mengenakan rompi dan helm. Alasannya, untuk keselamatan.

IMG-1625.JPG

Pekerja sedang menaburkan pupuk di atas rumput manila (Foto: Femi Diah)

Setelah itu, barulah kami memasuki Stadion Utama. Siang itu, dua petugas sedang menabur kompos di atas rumput Zoysia matrella atau yang dikenal sebagai rumpur manila. Tiga lainnya menaburkan pasir.

“Agar nantinya lapangan rata, tidak bergelombang. Kalau peman selebrasi dijamin tak akan lecet dengkulnya. Silakan kalau mau mencoba,” tutur perwakilan dari pemborong rumput Stadion Utama GBK.

Kalau diperhatikan, penampakan SUGBK tak berubah dengan atap temu gelang, tribune penonton, dan lapangan hijau yang dikelilingi oleh lintasan atletik.

 

IMG-1627

Stadion Utama Gelora Bung Karno direnovasi untuk menyambut Asian Games 2018. penanggung jawabnya PT Adhi Karya (Foto: Femi Diah)

Tapi, ada detail yang membuat Stadion Utama GBK lebih menarik. Stadion Utama GBK akan terasa lebih Indonesia dan modern.

“Stadion Utama justru kami kembalikan kepada orisinalnya. Tampilan lebih baru, tapi wajah aslinya dilindungi,” kata Winarto.

Kebaruan itu dibuat sesuai dengan tuntutan kebutuhan Asian Games 2018 dan standar FIFA. Stadion Utama GBK yang menjadi jantung kompleks olahraga Gelora Bung Karno di Senayan, Jakarta Pusat itu memiliki lapangan rumput Zoysia matrella.

GBK hasan 915

Stadion Utama Gelora Bung Karno sedang direnovasi (Foto: Hasan Al Habsyi)

Selain dijamin nyaman untuk bermain bola, Stadion Utama GBK juga bisa digunakan menggelar konser tanpa perlu khawatir rumput rusak karena terinjak-injak penonton yang sampai ribuan dengan bermacam bentuk alas kaki. Stadion Utama GBK memiliki penutup (grass cover). Katanya, rumput bakal tetap aman meskipun ditutup selama lima hari dan dipasang panggung di atasnya.

Lapangan rumput dikelilingi trek atletik berbentuk oval. Nuansa yang sangat Indonesia terlihat dari tribune penonton yang berwarna merah, putih, dan abu-abu.

“Kombinasi warna di tribune itu akan menampakkan ilusi kibaran bendera Merah Putih jika dilihat dari udara,” tutur Winarto.

Sebelumnya, tribune penonton di tadion Utama UGBK berwarna biru, yang sudah memudar di sana sini. Sebagian lain berwarna kuning terang. Kini, Stadion Utama GBK memiliki tribune single seat. Masing-masing tribune dinomori. Penonton bisa memesan tiket sesuai dengan selera dan ketersediaan lewat online.

“Seperti nonton bioskop,” tutur Winarto.

 

GBK hasan 894

Tribune Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) menunjukkan ilusi kibaran bendera Merah Putih jika dilihat dari udara (Foto: Hasan Al Habsyi)

Perubahan itu memang memberikan konsekuensi jumlah penonton yang tertampung bakal makin sedikit. Nantinya, Stadion Utama GBK berkapasitas 78.000 alias berkurang 2.000 dari sebelum renovasi.

Seperti stadion sepakbola lainnya, Stadion Utama GBK akan memiliki ruang ganti pemain, media center, dan papan skor. Kebaruan Stadion Utama GBK akan terasa pada toilet, baik untuk pemain ataupun penonton, pelayanan tiket, area publik, serta akses masuk penonton (dengan tiga lapis keamanan).

Kekinian Stadion Utama GBK dijamin bakal terasa pada teknologinya. Pencahayaan stadion akan mencapai 3.000 lux. Sound system yang digunakan juga lebih baru.

Selain itu, penonton dan pewarta tak akan kesulitan untuk berbagi informasi lewat media sosial nantinya. Sebab, Stadion Utama GBK sedang melengkapi diri dengan tiga kabel optik.

“Ada tiga jaringan fiber optik yang dipasang, Selain memudahkan wartawan mengirimkan video, foto, dan berita, kami tidak ingin ada monopoli,” ujar Winarto.

Selain itu, Stadion Utama GBK dilengkapi dengan CCTV 7K untuk mendeteksi wajah dan aktivitas penonton, serta barang-barang yang tertinggal. Stadion Utama GBK juga memiliki 1.293 panel surya di atap bangunan, yang disebut-sebut mampu menghasilkan energi listrik sampai 450 kilowatt dan mampu menghasilkan listrik kurang lebih 1 megawatt.

Bahkan, PPKGBK berencana untuk membangun museum di Stadion Utama GBK. Tapi, nanti setelah Asian Games 2018 selesai bergulir.

GBK hasan 911

Stadion Utama Gelora Bung Karno memiliki tribun dengan ilusi kibaran bednera merah putih (Foto: Hasan Al Habsyi)

“Sekarang kami berfokus menyiapkan kebutuhan Asian Games. Selain dana tersedot ke sana, Asian Games juga membutuhkan banyak sekali ruangan. Dan seluruh area di SUGBK akan digunakan untuk keperluan itu,” ucap dia.

Satu hal yang belum bisa direalisasikan oleh SUGBK dengan rasa barunya. SUGBK belum ramah intuk difabel. Ada batasan karena Stadion Utama GBk adalah cagar budaya.

Penasaran untuk menyaksikan Stadion Utama GBK benar-benar rampung dan siap menyambut perwakilan 45 negara di Asian Games 2018!

 

Iklan

Singgahi Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende, NTT

IMG_4542.JPG

Situs Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende

Dua hari semalam singgah di Kota Ende di sela-sela Tour de Flores 2016. Kami menyempatkan diri ke berkeliling museum Bung Karno, leyeh-leyeh di bawah keteduhan pohon sukun di Taman Renungan Bung Karno, juga menikmati sunset di tepi pantai Ende.

Finis etape kedua Tour de Flores 2016 ini sangat menarik. Para pebalap menyelesaikan race tepat di depan Taman Renungan Bung Karno.

Baca lebih lanjut

Dua Wajah Kehidupan M. Fadli: Antara Balap Motor dan Balap Sepeda

M Fadli_004(1).JPGFoto: Grandyos/detikcom

Melongok ke Sirkuit Sentul bukan untuk menyaksikan balap motor atau mobil. Kali ini untuk menengok Muhammad Fadli Immamudin alias M. Fadli yang berlatih balap sepeda dan kesibukan dia sebagai instruktur balap motor di Honda dan 43 Racing School.

Baca lebih lanjut