Menyusuri Flores dari Maumere ke Labuan Bajo: Lewat Darat, Laut, dan Udara (1)

img_0352

Tour de Flores 2016 (Foto: panitia TdF2016)

Tour de Flores menjadi perjalanan berkesan sepanjang 2016. Dalam tur tersebut, saya menyisir Flores lewat darat, laut, dan udara.

Saat ditawari untuk mengikuti tur balap sepeda Tour de Flores pada bulan Mei 2016 situasi cukup dilematis. Kunjungan saya ke Flores belum lama. Bersama Tia Agnes saya menghabiskan jatah cuti tahun 2015 di pulau bunga-bunga itu.

Poin yang memberatkan lagi, kantor saya bekerja merencanakan outing tepat saat balapan bergulir. Lumayan kan, tiga hari enggak bersentuhan sama deadline dan cuma senang-senang di Lombok. Hamparan pasir putih di Senggigi dan Gili Trawangan itu sungguh menggoda.

Namun, akhirnya tugas itu tetap diberikan kepada saya. Terima atau tidak.

Saya mendapatkan informasi bakal terbang bareng jurnalis dari Jakarta Post, Intan. Kami tidak langsung terbang dari Cengkareng ke Maumere, tapi transit di Denpasar lebih dulu. Setelah itu, barulah naik pesawat carter bersama para peserta ke Bandara Frans Xavier Seda, Maumere.
img_0285Saat di Denpasar untuk melanjutkan penerbangan ke Maumere itu saya bertemu dengan para peserta balapan. Rupanya balapan kali ini balapan sungguhan. Adu cepat. Bukan senang-senang buat penghobi gowes.

Setelah 2 jam perjalanan udara, rombongan kami pun sampai di bandara Frans Seda. bandara ini cukup sederhana. Saat kami mendarat cuma ada satu pesawat lain yang sedang parkir.

[Baca Juga: 5 Hari di Flores, ke Mana Saja?]

Setelah ngobrol ini itu dengan salah satu panitia, saya pun mempunyai sedikit gambaran soal ajang balap sepeda Tour de Flores 2016.

Balapan Tour de Flores 2016 ini akan dibagi dalam lima etape. Start  dimulai tanggal 19 Mei di Larantuka menuju Maumere sejauh 138,8 kilometer. Etape kedua dimulai dari Maumere menuju Ende dengan jarak tempuh 141,3 km. Kemudian dilanjutkan etape ketiga dari Ende ke Bajawa sejauh 123,3 km.

Perjalanan berlanjut ke etape keempat mengambil start dari Bajawa menuju Ruteng. Jarak tempuh dua kabupaten ini 136,6 km. Balapan selesai di etape kelima. Etape pamungkas ini dimulai dari Ruteng dan berakhir di Labuan Bajo.

Dari rute itu maka, saya dan rombongan balap sepeda ini akan melewati delapan dari sembilan kabupaten di NTT. Dari Flores Timur, Sikka, Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, sampai Manggarai Barat. Hanya Lembata yang tak dilewati balapan tersebut karena berada di pulau terpisah.

Singkatnya rute dari Maumere ke Labuan Bajo itu seperti ini:

Etape 1 – Larantuka › Maumere (138,8km)
Etape 2 – Maumere › Ende (141,3km)
Etape 3 – Ende › Bajawa (123,3km)
Etaoe 4 – Bajawa › Ruteng (136,6km)
Etape 5 – Ruteng › Labuhan Bajo (121,5km)

Komplit ‘kan, jelajah Flores dari timur ke barat. Mencicipi sedikit budaya pada daerah-daerah yang dilewati dan begitu banyaknya tawaran view yang luar biasa memesona dari start sampai ke finis sepanjang 661,5 km.

Tour de Flores ini masuk kategori balap sepeda 2.2 Asia Tour. Artinya, balapan diikuti tim-tim prokontinental dengan balapan lebih dari satu hari.

Artinya, kami dan rombongan akan berpindah-pindah tempat setiap hari. Perjalanan akan dimulai pagi dan berakhir siang. Biasanya sih akan ada acara gala dinner di masing-masing kabupaten yang dilewati.

Dalam prosesnya nanti, saya mendapatkan pengalaman menyusuri pulau ini lewat darat, laut, dan udara.

Selain cara saya menyusuri pulau ini dengan cara yang tak biasa, ada hal-hal menarik lainnya terkait acara Tour de Flores 2016 ini.

Berikut angka-angka menarik dalam Tour de Flores 2016:

5 etape
8 kabupaten
16 titik King of Mountain
20 tim balap sepeda
40 marshal
100 pebalap
120 mobil
160 pebalap
661,6 km jarak tempuh total

Yakinlah perjalanan menyusuri flores dari timur ke barat, dari Maumere ke Labuan Bajo kali ini bakal menarik. (Bersambung)

Iklan

5 thoughts on “Menyusuri Flores dari Maumere ke Labuan Bajo: Lewat Darat, Laut, dan Udara (1)

  1. Ping-balik: Lewat Tenun Ikat, Perempuan-Perempuan Sikka di Flores Menjaga Keluarga Sekaligus Tradisi – femidiah.com

  2. Ping-balik: Warna Alami Sarung Tenun Sikka & Pantangan Perempuan yang Datang Bulan – femidiah.com

  3. Ping-balik: Benang Untuk Tenun Ikat pun Dipintal oleh Kaum Hawa Sikka – femidiah.com

  4. Ping-balik: Pertegas Identitas, Larantuka Ciptakan Festival Makan Ikan – femidiah.com

  5. Ping-balik: Menyusuri Flores dari Maumere ke Labuan Bajo: Lewat Darat, Laut, dan Udara (2) – femidiah.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s