Begitu Berartinya Sarung Dalam Setiap Perjalanan

nikosarung2

Sarung jadi salah satu bawaan wajib saat traveling. Mudah buat nutupin pas ganti celana, buat selimut, juga seribu manfaat lain pas jalan-jalan.

Tak pernah ada dalam materi persiapan perjalanan menyebut sarung menjadi bawaan wajib dalam naik gunung, panjat tebing, rawa laut, caving, ataupun arung jeram. Bahkan, untuk traveling di tengah kota atau ke tempat-tempat warisan budaya.

Tapi, buat saya dan beberapa rekan seperjalanan, ke manapun kaki melangkah–utamanya saat berencana untuk menginap–sarung selalu masuk barang wajib dibawa. Sebab, benda satu ini multifungsi.

Pertama jelas sesuai dengan fungsinya, sebagai penutup aurat. Mau cewek atau cowok.

Sarung juga bisa dimanfaatkan untuk selimut atau alas tidur, bahkan bisa dimanfaatkan untuk keduanya, ya alas, ya selimut. Sebab, kita enggak tahu kan seberapa bersih alas tidur tempat kita menginap.

Lagipula, biasanya sih sarung punya kadar kehangatan yang lebih tinggi ketimbang selimut yang disediakan tempat penginapan. Untuk yang satu ini sih tampaknya lebih kepada sugesti.

“Bisa nahan panas juga. Lagipula saya tidak suka memakai celana panjang, lebih nyaman mengenakan sarung,” kata Erick, salah satu traveler yang beberapa kali satu rombongan dengan saya.

[Baca Juga: Mau Bepergian, Jangan Bilang ‘Duh!’ Dulu Buat Packing]

Sarung juga amat praktis alas tidur saat kita terpaksa tidur di hammock. Tentunya enggak oke kalau saat bangun badan kita ngecap bujur sangkar, bekas pola hammock, yang kita tidurin. Biasanya sih saat menginap di rawa yang menuntut kita tidur di atas hammock.

Saat berada di area yang sulit menemukan kamar mandi atau tempat berganti sarung juga bisa dimanfaatkan sebagai penutupnya.

“Kalau aku kan jarang mandi saat traveling karena malas kena air. Jadi sarung bisa dimanfaatkan buat nutupin pas ganti celana,” kata Lazuardi.

Kalau yakin masih bersih, sarung sekaligus bisa jadi perangkat sholat kan. Jadi bisa memeringkas bawaan.

Bahkan kalau ke pantai pun atau sekadar piknik yang kegiatannya cuma duduk-duduk, sarung bisa jadi alas duduk-duduk. Motifnya yang beragam, terutama sarung tenun, bisa makin mempercantik foto bukan?

Jenis sarung favorit saya sih dari tenun goyor buatan Sukoharjo, Jawa Tengah. Kainnya adem, lama-lama terasa lebih tipis, tapi tetap kuat.

Harganya enggak mahal-mahal amat. Cukup merogoh kocek Rp 350 ribu, sarung warna-warni itu bisa didapatkan.

Packing-nya juga enggak sulit. Bentuknya yang persegi dijamin gampang lipat sana, lipat sini.

Bagaimana menurutmu?

***

Foto-foto: Niko Wazir, Lazuardi, Erick

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s