Liburan, Tes Fisik, sekaligus Belajar Toleransi Beragama di Bukit Kasih, Sulawesi Utara

bukitkasih4

Lima tempat ibadah lima agama berbeda ada dalam satu lokasi di Bukit Kasih. Ditandai dengan Tugu Toleransi.

Berjarak sekitar 55 kilometer dari Manado, Bukit Kasih memang jadi destinasi favorit para pelancong di musim liburan. Sebaiknya, siapkan fisik yang sip agar bisa mengitari semua rumah ibadah plus hamparan bunga matahari liar dengan maksimal.

Hujan turun cukup deras saat kami berempat, saya dan tiga rekan seperjalanan, tiba di Bukit Kasih. Hawa pun makin dingin.

Kami memutuskan untuk berteduh dan menunggu hujan reda. Warung kopi yang masih satu area dengan parkiran cukup menguntungkan.

Kopi dan indomi rebus menjadi pilihan. Pisang goreng yang menjadi sajian-yang-selalu-ada di warung-warung makan di sini belum tersedia.

Tak mengapa. Toh, kuah mi lebih tepat saat hujan dan dingin seperti ini.

Dari tempat kami duduk, terlihat anak tangga dan jalur yang bakal kami lewati. “Naik turun yang lumayan, ya,” kata saya.

Setelah selesai makan dan hujan kebetulan mereda, kami bergegas menuju pintu masuk. Retribusi tak mahal, hanya Rp 5.000 per orang.

 

bukit kasih 1
Tak jauh dari gerbang masuk lokasi, kami disambut Tugu Toleransi. Tampaknya, inilah niat utama pembangunan lokasi diĀ  Bukit Kasih di Kaki Gunung Soputan, tepatnya di Kanonang, Kecamatan Kawangkoan, Langowan, Sulawesi Utara ini: untuk belajar toleransi.

Tugu Toleransi ini berbentuk segi lima, dan di setiap sisinya tedapat ukiran tempat ibadah dan simbol serta kutipan ayat dari kitap suci masing-masing agama.

Jalur setapak berupa undakan yang sebagian terputus dan berupa tanah dari Tugu Toleransi ke tempat-tempat ibadah itu cukup variatif. Ada pahatan wajah yang besar pada dinding tebing. Katanya, wajah nenek moyang masyarakat Minahasa, Toar dan Lumimuut. Bisa jadi, pahatan wajah itu sebagai pengingat agar masyarakat Minahasa tidak melupakanĀ  nenek moyang mereka.
bukitkasih5
Juga kepulan asap dan air mendidih dari batu-batu bernoda kuning serta aroma belerang tipis di beberapa jalur. Jalur naik turun dan cukup menguras tenaga itu juga diseling dengan kebun bunga matahari. Lumayan, warna kuning di area yang cukup luas mengembalikan energi yang sudah mulai berkurang.

Dari sana, lima tempat ibadah bisa ditemui. Salip raksasa dengan gerejanya. Kemudian masjid lengkap dengan tempat berwudhu, wihara, dan pura. Tempat-tempat ibadah itu bukan hanya pajangan, tapi memang benar-benar bisa digunakan.

bukitkasih2
Di jalur keluar, kita bisa relaksasi dengan berendam air panas. Tukang-tukang pijat juga siap sedia.

Kami memilih untuk men-skip pijat dan berendam itu. Tiga rekan saya yang orang lokal sini mengatakan sebaiknya turun ke Tomohon dan bersantai di warung kopi dan kue sejenis bakpia tapi berukuran lebih besar.

Iklan

One thought on “Liburan, Tes Fisik, sekaligus Belajar Toleransi Beragama di Bukit Kasih, Sulawesi Utara

  1. Ping-balik: Gondok Menunggak Satu di Antara “3 B” Manado | femidiah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s