Secangkir Kopi, Pisang Goreng dan Tiga Warna Danau Linow di Sulawesi Utara

linow1

Pengelola Danau Linow di Tomohon, Sulawesi Utara membuat terobosan unik untuk menggaet wisatawan. Pengunjung diarahkan untuk menikmati kemolekan lokasi dengan menyeruput secangkir kopi dan pisang goreng dengan sambal roa.

Danau Linow menjadi salah destinasi wisata primadona di Tomohon, Sulawesi Utara. Selain air danau yang berubah-ubah warna, ketenangan dan kebersihan di lokasi menjadi daya tarik tersendiri.

Belum ke Tomohon kalau tak berkunjung ke Danau Linow. Jadi, boleh dibilang Danau Linow menjadi destinasi wajib saat berkunjung ke Kota Bunga, Tomohon.

Apalagi, lokasinya tak terlalu jauh dari pusat kota Manado. Sekitar 30 kilometer atau satu jam berkendara sepeda motor. Danau itu ada di jalan antarkota dari Tomohon ke Kawangkoan di Kabupaten Minahasa. Tepatnya, di Kelurahan Lahendong, Kecamatan Tomohon Selatan.

Saya dan tiga teman seperjalanan sengaja datang saat matahari sedang di atas kepala. Katanya, Danau Linow sedang bagus-bagusnya saat matahari sedang galak-galaknya.

Menurut referensi warna Danau Linow memang bisa berubah-ubah. Dari biru, hijau menjadi coklat kekuningan. Perubahan warna itu disebabkan kandungan belerang danau. Kandungan belerang itu berasal dari salah satu sisi danau yang terhubung langsung dengan sumber air yang mengandung belerang dan mengalir ke dalam danau.

Selain itu, perubahan warna tersebut disebabkan pembiasan cahaya dan pantulan dari vegetasi di sekitar danau. Nah, itulah kenapa danau Linow tampak lebih wow di siang hari.

Setibanya di Danau Linow memang tercium aroma belerang, kadang menguat kadang menipis. Menurut informasi dari petugas karcis masuk lokasi, ada beberapa tempat pemandian air panas di sekitar danau. Diduga, sumber belerang dan mata air panas tersebut berhubungan dengan Gunung Lokon yang masih aktif.

Suasana sore hari di Danau Linow tak kalah menarik. Sebab, cuaca makin sejuk. Pengunjuk bisa bermain kapal kayuh dan kano yang disewakan.

linow2
Menikmati perubahan warna Danau Linow sekaligus menanti petang tiba makin asyik dengan suguhan secangkir kopi dan pisang goreng polos, ber-topping keju atau coklat. Juga tambahan sambal roa di dalam mangkuk terpisah.

Kopi dan pisang goreng tak perlu dipesan lagi. Makanan dan minuman yang memang khas Manado itu menjadi satu paket dengan biaya retribusi Rp 25 ribu sebelum pintu masuk. Bukan harga yang mahal.

Apalagi, lingkungan di danau ini cukup bersih. Rumput juga dijaga dengan ketinggian tertentu. Asyik untuk duduk-duduk atau gegoleran di atasnya.

Kalau beruntung, pengunjung bisa menyaksikan burung belibis dan itik-itik yang mengeram santai di tepi danau. Mengingatkan adegan dalam video klip lagu-lagu tahun 90-an, bukan?

Karena popularitasnya yang tinggi itu, banyak yang menyarankan untuk berkunjung ke Danau Linow di luar musim liburan. Siapa takut?

Iklan

12 thoughts on “Secangkir Kopi, Pisang Goreng dan Tiga Warna Danau Linow di Sulawesi Utara

  1. Ping-balik: Habis dari Manado, Terbitlah Kecanduan Pisang Goroho | femidiah

  2. Ping-balik: Gondok Menunggak Satu di Antara “3 B” Manado | femidiah

  3. Dear mba Femi.
    Akhir desember ini saya berencana mau ke Tomohon melalui Manado. Yang ingin saya tanyakan, dari bandara Sam Ratulangi menuju terminal karambosan apakah ada moda transportasi umum ? Dan apakah bus menuju Tomohon selalu ada setiap waktu ?
    Terima kasih

    Best regards,
    Ami

    • Hello Ami, setauku ke tengah kota Manado dulu ada damri sekitar Rp 20 ribu. Dari sana banyak pilihan ke Karambosan. Nanti kalau ada info terbaru aku kabari lagi yes….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s